Breaking News:

Pilwali Banjarmasin 2020

Rontok, Laporan AnandaMu Terkait Dugaan Kecurangan Petahana di Bawaslu Banjarmasin

Bawaslu Banjarmasin dan Gakkumdu menyimpulkan tidak terjadi kecurangan yang dilakukan petahana pada Pilwali Banjarmasin 2020.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Muhammad Yasar, Ketua Bawaslu Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Belum lama tadi tim hukum dari pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda-Mushaffa Zakir (AnandaMu). melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel. Kemudian dilimpahkan ke Bawaslu Banjarmasin.

Dan laporan terkait adanya dugaan kecurangan yang dilakukan paslon H Ibnu Sina-Arifin Noor (petahana) ini pun 'rontok'. Hal itu terkait Pilwali Banjarmasin 2020.

Pasalnya, berdasarkan hasil rapat pembahasan yang dilakukan Bawaslu Banjarmasin beserta Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), laporan tersebut dinyatakan tidak bisa dilanjutkan

"Kami sudah melakukan rapat pembahasan kedua dan juga rapat pleno bersama Sentra Gakkumdu, dan laporan terkait pidana kemudian administrasinya dihentikan," ujar Ketua Bawaslu Banjarmasin, Muhammad Yasar,  kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (21/1/2021) malam.

Baca juga: Laporan dari Tim AnandaMu Ada Dugaan Unsur Pidana, Bawaslu Banjarmasin Libatkan Gakkumdu

Baca juga: Terkait Laporan Paslon AnandaMu ke Bawaslu Kalsel, Ini Respons Petahana Pilwali Banjarmasin

Baca juga: VIDEO Tim Hukum AnandaMu Serahkan 56 Bukti Dugaan Pelanggaran Petahana di Pilkada Banjarmasin

Yasar menerangkan bahwa awalnya laporan dari tim AnandaMu memang mengarah ke unsur pidana dan juga administratif, sehingga pihaknya pun menangani laporan tersebut bersama Sentra Gakkumdu.

"Karena ada dugaan pidana, kita membahasnya bersama Sentra Gakkumdu. Namun menurut Sentra Gakkumdu, hal ini tidak bisa diteruskan ke tahap sidik karena tidak terpenuhi unsur-unsurnya," jelasnya.

Dugaan kecurangan yang dilaporkan oleh tim AnandaMu sendiri cukup banyak dan menyangkut program kebijakan petahana, unsur menjanjikan hingga dugaan politik uang.

Bahkan Ketua Tim Hukum AnandaMu, yakni Bambang Widjojanto, melaporkan sekitar 56 bukti ke Bawaslu Kalsel untuk kemudian diproses, namun ternyata tetap kandas.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved