Berita Tanahlaut
Jalan Poros ke Handilnegara Masih Setinggi Pinggang, Warga Amankan Gabah di Jembatan
Genangan air di rumah warga setempat masih cukup dalam.Rata-rata masih setinggi lutut orang dewasa, bahkan ada yang lebih dari itu.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sejak empat hari lalu cuaca membaik, cerah dan bahkan panas terik.
Namun hal itu belum mampu menyurutkan genangan banjir secara signifikan di Desa Handilnegara, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Genangan air di rumah warga setempat masih cukup dalam.
Rata-rata masih setinggi lutut orang dewasa, bahkan ada yang lebih dari itu.
Tak cuma masih dalamnya genangan di rumah-rumah warga.
Baca juga: BOCORAN WHO, Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru: Dihirup Lewat Hidung dan Cukup 1 Suntikan
Baca juga: Ini Kata Ustadz Riza Soal Rumah Tangga Stefan William dan Celine Evangelista, Singgung Nasib Anak
Baca juga: Kemarahan Sule Dibalas Nathalie Holscher dengan Gebrak Meja, Ayah Rizky Febian Kerjai sang Istri
Pantauan banjarmasinpost.co.id, Kamis kemarin hingga Jumat (22/1/2021), kondisi serupa juga menyelimuti jalan poros menuju desa terpencil di wilayah Kecamatan Kurau tersebut.
"Di jalan genangan airnya yang paling dalam masih setinggi pinggang orang dewasa. Belum bisa dilewati kendaraan," tutur Abdan, warga RT 1 Desa Handilnegara.
Dari muara jalan poros kecamatan, permukiman warga Handilnegara berjarak sekitar satu kilometer.
Kanan kiri jalan menuju desa setempat, sejauh mata memandang yang terlihat hanya hamparan air yang begitu luas laksana lautan.
Meski genangan masih dalam, namun sebagian warga Handilnegara telah meninggalkan pemgungsian dan kembali ke rumah.
Di antaranya Abdan.
Lelaki murah senyum ini menuturkan kembali ke rumah sejak Minggu, dua hari lalu.
Bersama keluarganya, Abdan mengaku sempat tiga hari mengungsi di Desa Gunungraja, Kecamatan Tambangulang.
"Di dalam rumah saya saat ini genangannya sisa selutut. Kalau sebelumnya hampir sedada," ucapnya.
Dikatakannya, harta benda pun tak sempat diselamatkan karena dimana-mana air.
Namun ada juga sebagian warga yang berupaya mengangkut gabah yang telah basah ke jembatan dekat muara jalan kecamatan.
Ada sekitar tiga tumpukan gabah bertutup rapat terpal di jembatan yang posisinya cukup tinggi tersebut.
"Itu pasti masih basah gabahnya. Kemarin jembatan itu juga tenggelam," papar Abdan.
Data pada kantor Kecamatan Kurau, saat ini tersisa tiga desa yang masih tenggelam yaitu Handilnegara, Kalibesar, dan Kurau.
Warga di tiga desa itu masih ngungsi.
"Kalau siang yang laki-laki memang ada yang pulang, tapi saat malam kembali ke pengungsian. Begitu umumnya," papar Camat Kurau M Anang Pandi.
(Banjarmasinpost.co.id/roy)