Breaking News:

KalselPedia

KalselPedia - Lahan Petani Kampung Sayur Banjarbaru Ikut Kebanjiran

Banjir merusak tanaman sayuran dan lainnya milik petani di Kampung Sayur, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalsel.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Seoran petani, Nasikin, mengangkut tanaman ubi jalar yang akan ia berikan untuk ternak kambingnya di kawasan Kampung Sayur, di Kelurahan Landasan Utara, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (21/1/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Banjir Kalsel 2021 juga berdampak di Kampung Sayur, Kelurahah Landasan Ulin Utara (Laura), Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru.

Kawasan Laura menjadi salah satu daerah yang juga terendam sejak beberapa waktu lalu.

Akibatnya, banyak petani yang gagal panen akibat tanama sayurannya terendam.

Lurah Landasan Ulin Utara, Ahmad Mawardi, Kamis (21/1/2021), mengatakan kepada Banjarmasinpost.co.id, Laura juga ikut kebanjiran.

Baca juga: KalselPedia – Budi Daya Bermacam Ikan di Kampung Sayur Kota Banjarbaru

Baca juga: KalselPedia - Jumlah Kelompok Tani Terus Meningkat di Kampung Sayur Banjarbaru

Meskipun Laura secara geografis termasuk yang paling cepat surut airnya bila banjir, namun dampak bencana ini  sangat besar bagi pekerjaan petani.

"Hilangnya sumber mata pencarian mereka sebagai seorang petani karena tanaman yang terendam merusak modal maupun pekerjaan mereka.

Sebelum banjir, paa petani sudah siap panen. Namun karena terjadi banjir, panen tersebut hilang. Bibit dan pupuk, juga ikut hilang tersapur banjir.

"Upaya untuk mengembalikan fungsi tanah atau lahan agar kembali menjadi tanah yang normal, harus menghabiskan waktu hampir dua bulan. Proses produksi sayuran itu memakan waktu lagi untuk pengolahan tanah, sehingga waktu hingga sayuran panen masih lebih lama," urai Ahmad Mawardi.

Baca juga: KalselPedia - Ada Kampung Sayur di Kota Banjarbaru

Salah satu petani di kawasan setempat, Nasikin, mengatakan, lahan kebun sayurnya seluas setengah hektare juga ikut terendam. Akibatnya, ubi jalar yang ditanam menjadi rusak dan buah ubinya tidak bisa besar.

"Kalau kangkung, masih selamat, meskipun terendam. Sedagkan tanaman lain, bawang prei dan ubi, rusak  semua," tambahnya.

Yuk, simak video tentang Kampung Sayur di bawah ini:

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved