Breaking News:

Banjir di Kalsel

VIDEO Jalan Trans Kalimantan dan Puluhan Kompleks di Handil Bakti Batola Masih Terendam

Banjir belum juga surut di Jalan Trans Kalimantan kawasan Handil Bakti, Kabupaten Batola, Provinsi Kalsel

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Arus lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan semakin lancar, meskipun genangan masih belum juga hilang.

Beberapa kendaraan roda dua, ada yang mogok setelah menerabas ruas jalan yang Terendam, di kawasan Handil Bhakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Kamis (21/1/2021) sore.

Pantauan di lokasi, ruas yang masih tergenang di sekitar Km 6, 7 dan 8. Sedangkan di Km 9 dan Km10 mendekati jembatan Kayu Tangi, sudah agak mengering.

Sementara, puluhan kompeks perumahan yang berada di wilayah setempat, Komplek Keruing, Kompek Subur Bastari dan lain-lain, masih tenggelam dan warga sebagian masih mengungsi.

Baca juga: Penuhi Keperluan Warga Terdampak Banjir, DPRD Batola Terus Kirimkan Bantuan

Baca juga: Ringankan Beban Korban Banjir, BRI dan Korem 101/Antasari Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Batola

"Ini sudah memasuki hari ke delapan, surut sedikit. Harapan kami, saluran di sini dikeruk supaya air mengalir ke sungai besar," ucap Dadang, satu warga.

Disinggung stok makanan dalam situasi banjir besar ini, ia katakan, ada saja. Tapi, tetap perlu tambahan beras. Karena, kebanyakan dapat bantuan mi instan.

Terpisah, Adi warga Kompleks Subur Bastari, mengatakan, banjir sudah berlangsung seminggu. Menurutnya,  terjadi penurunan permukaan sekitar 5 sentimeter.

"Kemarin turun 1 sentimeter, 2 sentimeter, terus malamnya naik 5 sentimeter Ada naik dan turun, lebih besar naik dari turun. Hari ini ada penurunan karena sungai di depan ada di keruk," paparnya.

Baca juga: Percepat Turunnya Genangan Air di Handil Bakti Batola, Alat Berat Dikerahkan

Baca juga: Banjir di Kalsel 2021, Kepala Dinkes Batola Pastikan Beri Layanan untuk Pengungsi

Dikatakannya pula, ada warga yang sudah mengungsi dan ada yang memilih bertahan karena ada kerabat yang sakit.

"Kalau soal makan, warga yang bertahan, minta ke depan kompeks karena mereka bikin pos. Terkadang, ada warga yang membantu," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved