Breaking News:

Penangkapan Teroris di Aceh

Tetangga Sebut Terduga Teroris yang Ditangkap di Aceh Berperilaku Aneh Beberapa Tahun Terakhir

Perilaku aneh ditunjukkan MY (46), satu dari dua terduga teroris yang diamankan Tim Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror (AT) Mabes Polri, Kamis

Editor: Anjar Wulandari
tangkap layar Kompas tv
Ilustrasi penangkapan teroris.Tetangga Sebut Terduga Teroris yang Ditangkap di Aceh Berperilaku Aneh Beberapa Tahun Terakhir 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ACEH - Perilaku aneh ditunjukkan MY (46), satu dari dua terduga teroris yang diamankan Tim Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror (AT) Mabes Polri, Kamis (21/1/2021) malam di Kota Langsa.

MY yang ditangkap Densus 88 Kamis lalu itu diketahui mulai berperilaku aneh di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Dilansir dari Serambinews.com, warga yang menjadi tetangga MY mengaku mulai menyadari perubahan perilaku tersangka.

"MY, sebenarnya dulu biasa-biasa saja, perilakunya normal.

Baca juga: Demo Supir Truk, Anggota DPRD Kalsel ini Minta Prioritaskan Truk BBM dan Sembako

Baca juga: Permintaan Tak Dipenuhi, Sopir Truk di Banjarmasin Ngamuk, Lalu Tutup Kayutangi

Namun sejak berapa tahun terakhir ini, dia berubah total dan mulai berperilaku aneh, sudah kurang bergaul dengan warga sekitar," ujar sumber ini yang merupakan tetangga MY.

Jika berdebat tentang agama, sambung sumber ini, MY mau ngotot habis-habisan.

Intinya, pendapatnya mengarah ke ajaran (aliran) keras, cukup jauh berbeda dengan ajaran agama yang berlaku di lingkungan masyarakat.

Pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggiring tahanan tersangka teroris menuju ke dalam pesawat di Bandara Radin Inten, Brantiraya, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (16/12/2020). Sebanyak 23 tahanan tersangka terorisme yang ditahan di Mako Brimob Polda Lampung, di antaranya Zulkarnain alias Arif Sunarso yang terlibat dalam kasus teror Bom Bali I pada 2002 dan Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dipindahkan ke Jakarta menggunakan pesawat terbang. Tribun Lampung/Deni Saputra
Ilustrasi penangkapan teroris. Pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggiring tahanan tersangka teroris menuju ke dalam pesawat di Bandara Radin Inten, Brantiraya, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (16/12/2020). 

Bahkan, terkadang MY berani menampakan video-video sadis yang disimpan di handphonenya, seperti hukuman potong leher, dan lainnya.

Video dari kelompok tertentu itu, sepertinya memang begitu diidolakannya.

'Warga di sini sudah paham dia seperti itu, jadi tidak mau terlalu berdebat dengannya. Karena, jika berdebat pun, dia mau ngotot abis-abisan," ujar seorang warga.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved