Breaking News:

Berita Kalteng

Penerapan PPKM di Kota Palangkaraya, Petugas Perketat Pengawasan Aktivitas Warung dan Kafe

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangkaraya memperketat pembatasan aktivitas masyarakat di warung-warung dan kafe malam hari

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Fathurahman
Kawasan Wisata Kuliner Jalan Yos Soedarso Palangkaraya ini paling diawasi oleh Satgas Penanganan Covid-19 setempat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pelaksanaan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah mulai tanggal 17 hingga 31 Januari 2021 ternyata belum sepenuhnya diketahui warganya.

Sebagian bahkan mengaku baru mengetahuinya saat hendak makan di warung dan mendapati petugas satgas terlihat mengawasi warung-warung makan.

Pengunjung warung pun hanya sebentar duduk di warung dan memilih bungkus pesanan makanannya  dari pada makan di tempat karena khawatir terjaring razia.

Baca juga: Banyak Warga Kalsel Ragu Daftar Umrah, Usaha Travel Umrah Pun Terimbas

Baca juga: Update Covid-19 Kota Banjarbaru, Makin Mengkhawatirkan Sepekan Lima Kasus Covid-19 Meninggal

Baca juga: Program TMMD di Kabupaten Tabalong Tahun Ini Targetkan Buka Akses Penghubung Lok Batu-Kembang Kuning

"Baru malam tadi aku tahu adanya aturan makan di warung tidak boleh lewat pukul 21.00 WIB, penjualnya juga baru beritahu aku di warung, terpaksa beli makanan dibungkus, takut kena razia," ujar Iwan, salah satu pengunjung warung di kawasan kuliner Jalan Yos Soedarso Palangkaraya, Minggu (24/1/2021).

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangkaraya memperketat aturan pembatasan aktivitas masyarakat lantaran meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kota Palangkaraya.

Pemko Palangkaraya menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) agar tidak ada lagi warga yang kumpul-kumpul di warung dan kafe malam hari.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, pihaknya dalam aturan PPKM memuat beberapa point diantaranya Work From Home (WFH), pembatasan jam operasional semua bidang usaha hingga rapid test antigen atau rapid test antibody kepada pelaku perjalanan.

Pembatasan kegiatan masyarakat juga pada usaha kafe, restoran, rumah makan dan sejenisnya seperti rombong dan jajanan gerobak, akan diterapkan jam operasional maksimal buka sampai pukul 21.00 WIB.

"Apabila beroperasi di atas pukul 21.00 Wib penjual makanan hanya boleh melayani take away makanan untuk dibungkus atau dibawa pulang, bila tidak tertib akan kena sanksi,”ujar Fairid.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved