Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Cabai Meroket, Pedagang di Pasar Bauntung Banjarbaru Ini Sebut Dampak Banjir

Banjir menyebabkan suplai cabai berkurang sehingga harganya naik tinggi di Pasar Bauntung, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalsel.

BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Cabai yang dijual seorang pedagang di Pasar Bauntung, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (25/1/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Diduga kurang pasokan, harga cabai di pasaran cukup meroket. Saat ini harganya mengalami kenaikan hingga 150 persen.

Pantauan di Pasar Bauntung, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (25/1/2021) pagi, hanya beberapa pedagang yang menjual cabai. Jumlah cabai yang ada di lapak, jauh berkurang. Tidak melimpah seperti biasanya. 

Ya, cabai hanya diletakkan di keranjang kecil. Berbeda dengan biasanya, cabalai yang diletakkan cukup banyak,  seperti menggunung, di lapak-lapak para pedagang sayur. 

Seorang pedagang sayur, Amat, mengatakan, sejak harga cabai mahal dirinya tidak berani lagi menyediakannya. Khawatirnya pembeli sedikit dan cabainya akan tertahan dan malah bisa menjadi rusak.

"Modalnya sudah mahal duluan. Pembeli yang tidak mengerti, maunya beli Rp 2.000. Lha, bagaimana saya  membaginya?" ujarnya.

Baca juga: Terdampak Banjir, Harga Cabai Rawit di Pasar Tembus di Rp 120 ribu

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Pasar Martapura Meroket, Melonjak Nyaris Tiga Kali Lipat

Pikirnya, para pedagang makanan juga pasti akan berkurang membeli cabai. Maka itu, dirinya memutuskan lebih baik tidak jualan cabai saja dulu.

Kemudian, Sirah, pedagang di pasar yang sama, mengatakan, harga cabai tiung sebelumnya Rp 25.000-Rp 30.000 per kg, sekarang harganya Rp 75.000.

Begitu juga cabai keriting, sebutnya Rp 55.000 per kg dari sebelumnya yang Rp 30.000 per kg.

Kalau cabai hijau besar Rp 30.000-Rp 35.000 per kg, sebelumnya Rp 20.000 per kg. "Permasalahan naiknya harga cabai karena lahan dalam kondisi banjir, terendam," tandasnya.

Menurutnya, para pembeli cabai tetap saja ada, hanya saja jumlah para pembelinya menjadi berkurang. 

Baca juga: Petani Kabupaten Tapin Ini Menolak Harga Cabai Hiyung Diturunkan

Pedagang cabai, Alfian, mengatakan, sejak dua bulan terakhir harga cabai memang mengalami kenaikan. Selain pasokan berkurang di pasaran, ditambah kondisi sekarang, yaitu beberapa daerah kebanjiran.

"Karena harga jual mahal, tentu permintaan juga berkurang. Jadi hanya menyediakan secukupnya saja," tukasnya. 

Dicontohkannya cabai tiung sekarang harganya Rp 75.000 per kg kualitas masak merah, sedangkan Rp 70.000 per kg yang masih hijau.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved