Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Sarang Walet Kalsel Berpotensi Diekspor ke Cina, Harga Capai Rp 14 Juta Per Kg

Selama ini sarang walet dari Kalsel dikirim pengusaha Jakarta, Medan dan Surabaya ke Cina.

H EDWIN UNTUK BPOST GROUP
Salah satu pengepul sarang burung walet di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Potensi bisnis sarang burung walet di Provinsi Kalimantan Selatan kian menjanjikan. Bahkan bisnis ini berpeluang untuk ekspor ke Cina.

Harga Sarang Walet pun lumayan stabil dan di musibah banjir sama sekali tak berpengaruh.

Menurut pebinis (pengepul) Sarang Walet Banjarmasin, H Edwin, harga kotornya dari sarang burung ini Rp 12 juta sampai Rp 14 juta prer kilogram. 

"Ada yang murah dan mahal, itu tergantung kondisi bahan. Ada bagus dan tidak," katanya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (25/1/2021).

Baca juga: Sering Dikeluhkan Warga, Budidaya Sarang Walet di Landasan Ulin Utara Didatangi Satpol PP

Baca juga: BPRD Tabalong Ingin Setiap Kecamatan Ada Paguyuban Pengusaha Sarang Burung Walet

Dikatakan H Edwin, biasanya kirim ke Jakarta, Medan dan Surabaya. "Daerah itu nantinya rata-rata untuk dikirim untuk dijual ke Cina," kata Edwin. 

Sementara ini, lanjutnya, ancang-ancang produksi sendiri di Kalsel dalam barang bersih. "Jadi, biar bisa langsung kirim ke Cina, tanpa dikirim ke daerah lain," kata dia.

Dalam seharinya, H Edwin bisa suplai 100 kilogram per hari untuk sarang burung walet ini.

Dari sektor komoditas hewan, Sarang Burung Walet (SBW) memiliki potensi sebagai penyumbang pendapatan daerah. Di Pulau Kalimantan, rumah produksi SBW baru ada satu di Ketapang.

Baca juga: Wisata Gua Batu Hapu Tapin, Jadi Tempat Budidaya Sarang Burung Walet Dikelola Warga Desa

Baca juga: Budidaya Sarang Walet Marak di Tapin Kalsel tapi Rawan Aksi Pencurian

Data dari Balai Karantina Pertanian Banjarmasin, rata-rata per bulan lalu lintas domestik SBW Kalsel ke berbagai provinsi mencapai 13 ton.

Di beberapa provinsi, SBW Kalsel ini dijadikan bahan baku untuk memenuhi permintaan pasar China.

Untuk itulah, Karantina Pertanian Banjarmasin mendorong para pengusaha Sarang Walet Kalsel untuk membangun rumah produksi SBW sendiri di Kalsel agar dapat tembus langsung pasar Tiongkok. 

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved