Breaking News:

Berita HSU

Perajin di Pulantai Kabupaten HSU Sedia Bahan Baku di Musim Hujan

Perajin di Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten HSU, Kalsel simpan tanaman purun saat penghujan karena saat kemarau sulit dicari.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Perajin di Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Lahan rawa-rawa yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, saat ini hampir seluruhnya sudah terendam.

Lahan yang saat musim kemarau digunakan sebagai lahan pertanian, tergenang akibat guyuran hujan.

Warga Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, beberapa waktu lalu juga menanam purun di lahan rawa.

Hal itu sebagai upaya reboisasi tanaman rawa. Lahan sempat terendam banjir, namun saat ini sudah kembali normal.

Baca juga: Amankan Rawa Gambut HSU, Aparat Desa di Pulantani Rencanakan Bangun Pondok Pantau

Baca juga: Gelar Aksi di Danau Panggang, DPPKB, RSUD Pambalah Batung dan IDI HSU Bagikan 600 Paket Sembako

Lahan rawa-rawa. kini berubah fungsi sebagai tempat mencari ikan untuk warga. Untuk lahan pertanian, sudah selesai dipanen seluruhnya.

Dikatakan Iwan Hermawan, fasilitator Desa Pulantani, pihak desa masih terus melakukan pemantauan terhadap lahan purun yang digunakan untuk penanaman kembali.

Saat usim hujan seperti ini, biasanya para perajin sudah menyetok purun dalam jumlah banyak. Karena saat  penghujan, tak semudah mendapatkan purun seperti pada saat kemarau.

Selain karena cuaca yang tak menentu untuk mengambil purun di daerah rawa-rawa, juga lebih sulit saat penghujan.

Baca juga: Desa Pulantani HSU Bikin Paket Wisata Susur Rawa Gambut, Ini Jalur yang Dilalui

Baca juga: Rumah Kepala Kemenag HSU Ambles 1 Meter, Wabup Ingatkan Warga untuk Waspada

Sementara itu, di saat musim hujan, perajin bisa dengan mudah mendapatkan eceng gondok yang memiliki kualitas baik untuk menjadi bahan dasar pembuatan kerajinan. 

“Saat ini perajin masih mudah untuk mendapatkan purun maupun eceng gondok untuk membuat kerajinan,” ujar Iwan Hermawan.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved