Breaking News:

Pengolahan Kayu Ulin di Banjarbaru

Lebih Murah, Beli Kayu Ulin di Sentra Pengolahannya di Lianganggang Banjarbaru

Selisih harga kayu ulin di tempat lain dan di sentranya di Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liangggang, Kota Banjarbaru, Kalsel, mencapai 50 persen.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Yati memperlihatkan wadah tandon dari kayu ulin, hasil produksi di tempat usahanya, di dekat sentra pengolahan kayu ulin, Jalan Kelurahan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (28/1/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sentra pengolahan kayu ulin di Kota Banjarbaru berada di Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Lianganggang.

Membeli hasil olahan kayu ulin langsung di sentra tersebut, dipastikan bakal lebih murah.

Hal itu diungkapkan salah satu pemilik pengolahan kayu ulin, Yati. "Selisihnya membeli di sentra pengolahan kayu ulin dibanding di tangan kedua, bisa sampai 50 persen," ujarnya, Kamis (28/1/2021).

Perempuan yang tempat usahanya ini mengolah kayu ulin menjadi Septic tank dan tempat tandon air, mengatakan, sudah 10 menggeluti usaha ini.

14 Tahun Berharap Jadi ASN, PPL di Banjarbaru Ini Akhirnya Diangkat Jadi PPPK

Hasil Olahan Kayu Ulin di Lianganggang Banjarbaru Ini Tembus Jawa

14 Relawan Posko Banjir Guntung Damar Banjarbaru di Swab, 9 Positif Terpapar Covid-19

Relawan Banjir Terpapar Covid-19, Posko Banjir di Guntung Harapan Banjarbaru Tutup

Dia membeli kayu ulin di sentra pengolahan kayu ulin, Jalan Kelurahan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan,  Kecamatan Lianganggang, Banjarbaru.

Ia juga mempekerjakan delapan warga sekitar. Sedangkan pelanggannya, dari Kabuaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalsel sampai Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah.

Usaha pengolahan kayu ulin, menurut Yati, adalah inisiatif dirinya sendirinya. Melihat potensi kayu ulin, membuatnya bersama keluarga terjun ke usaha ini.

"Kayu ulin yang dijual di sentranya ini membuat kami takkan kekurangan bahan untuk memproduksi Septic tank." pungkas Yati.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved