Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Musim Hujan, Penjualan Sepeda Awal Tahun di Banjarbaru Cenderung Sepi

Penjual sepeda di Jalan Trikora Kota Banjarbaru, Kalsel, hanya bisa menjual 2 sampai 5 buah per bulan.

BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Toko sepeda di Jalan Trikora, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (27/1/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Musim Hujan awal 2021 ini membuat penjualan sepeda tidak seperti bulan bulan sebelumnya. Penjualan melemah alias 'ikut dingin.' 

Berdasar keterangan Nanda di Toko sepeda Arnun, di Jalan Trikora, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terjadi penurunan pembeli yang cukup signifikan. 

"Biasanya ada saja sih yang beli, tapi dua sampai lima unit saja per bulan. Tidak seperti akhir tahun sebelumnya,  ramai," katanya Nanda kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (27/1/2021).

Dicatat dia, dari rekaman penjualan paling banyak yakni Agustus September 2020. "Di dua bulan itu, penjualan sampai 30-40 unit terbeli. Bahkan, sehari sampai puluhan," kata dia.

Pesepeda Keluhkan Jalur Sepeda Bergelombang, Dishub Banjarmasin Rencanakan Evaluasi dan Perbaikan

Daftar Harga Sepeda Lipat Terbaru Oktober 2020, Mulai Polygon, UnitedBike, Pacific, Brompton

Di toko sepeda di jalan Trikora tersebut, untuk sepeda lipat dijual dengan harga Rp 3 juta sampai Rp 5 juta  tergantung merek.

Sedangkan sepeda gunung (MTB) dijual di kisaran Rp 2,5 - Rp 5,2 juta, tergantung merek dan model. 

Ketika akhir tahun 2020, minat masyarakat bersepeda meningkat. Hal itu membuat industri sepeda naik daun. Sejumlah toko sepeda pun naik omsetnya, seringin meningkatnya permintaan.

Pemilik toko sepeda lainnya, Anas, menjelaskan hal serupa. Kalau sebelum hujan ini, saban hari ada puluhan orang datang untuk membeli.

Aturan Keselamatan Pesepeda: Wajib Pasang Spakbor Kecuali Jenis Sepeda Berikut, Ada Sanksi Pelanggar

Sukses Laksanakan Event Olahraga dan Kepemudaan Setahun, Dispora Kalsel Gelar Gowes dan Gathering

Di samping penjualan sepeda, Anas menyampaikan, servis juga ikut ramai. Sampai-sampai, bengkel selalu penuh.

"Kami saja dalam sehari bisa dikunjungi 10 sampai 15 orang yang ingin memperbaiki sepeda," ucapnya.

Dia mengungkapkan, servis yang dilakukan bisa berupa perbaikan sederhana, antara lain, pemberian pelumas pada gir yang kering atau penyetelan gir agar lebih presisi.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved