Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Terdampak Banjir Kalsel, Harga Sayur Mayur Terus Meroket

Stok sayur yang menurun akibat banjir yang merendam kebun sayur membuat harga di pasaran meroket

banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Kebun sayur rusak pasca terendam banjir. Kondisi menyebabkan pasokan sayur terbatas hingga menyebabkan harga sayur di pasaran meroket. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di beberapa daerah di Kalimantan Selatan, mengakibatkan banyak lahan pertanian tertendam yang berdampak pada suplai sayur mayur ke pasar. 

Stok sayur yang menurun membuat harga di pasaran merangkak naik. Meski banjir sudah lewat, namun para petani mesti bercocok tanam kembali dan menunggu panen. 

Rusnah, pedagang Pasar Pagi Banjarbaru, mengatakan, sejak terjadi banjir harga sayuran mahal dan hingga kini pun masih mahal. 

Sayur kangkung menjadi Rp5000/ikat dari sebelumnya di harga normal berkisar Rp 2500 sampai         Rp 3000/ikat. 

KalselPedia - Lahan Petani Kampung Sayur Banjarbaru Ikut Kebanjiran

Rumah Kebanjiran, Warga Gunungraja Tanahlaut Ini Terpaksa Istirahat Jualan Sayur Keliling

Bayam Rp 3000/ikat dari sebelumnya Rp1500/ikat, kemudian sawi Rp 2000/ikat dari sebelumnya Rp 1000- Rp 2000/ikat. Sedangkan sawi Ikatan besar Rp 12 ribu. 

"Malah sempat ada harga sayur Rp20 ribu, itupun sedikit saja pemasok yang mengantar  ke lapak saya," ujar Rusnah. 

Sala, petani penggarap lahan di Banjarbaru, mengatakan, bosnya mengalami rugi yang lumayan besar, karena saat baru bercocok tanam datang banjir, otomatis bibit langsung rusak. 

"Mau tak mau, kami harus membersihkan lahan dulu sebelum ditanami ulang. Perlu waktu tak sebentar untuk kembali normal. Semoga saja bisa lancar sampai panen," tukasnya.

Diran, pemilik warung makan di Banjarbaru, mengatakan, harga sayur mayur meningkat namun ia tetap harus membeli karena beberapa menu di warungnya menggunakan sayur mayur.

"Mau tidak mau harus beli. Ya, tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, musibah banjir berdampak ke mana-mana. Kasihan juga petaninya," ucapnya.

Percepat Pemulihan Ekonomi, Petani Tegalrejo Kotabaru Kembangkan Tanaman Sayur Hidroponik

Rosita, ibu rumah tangga, mengatakan, ia juga mesti beli sayur walau harganya naik. Sebab baginya menu yang sehat untuk keluarga adalah yang ada sayur mayurnya.

"Memang naik sih, tapi harganya masih terbeli. Lain hal jika naiknya berpuluh kali lipat, mungkin saya puasa makan sayur mayur dulu," tandasnya.  (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved