Breaking News:

Harga Emas Jelang Imlek

Jelang Imlek Harga Emas Fisik Malah Terkoreksi, Jadi Indikasi Daya Beli Turun?

Harga emas pun biasanya meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan China menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Namun kondisi berbeda terjadi kini

Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Ilustrasi emas.Jelang Imlek Harga Emas Fisik Malah Terkoreksi, Jadi Indikasi Daya Beli Turun? 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sudah jadi hal lazim jika saat tahun baru China alias Imlek tiba, harga emas biasanya naik lantaran permintaan logam mulia ini juga mengalami peningkatan.

Hal itu lantaran saat momen Imlek kerap digunakan untuk pemberian hadiah perhiasan, sehingga emas mendapatkan dukungan dari sisi fundamental.

Harga emas pun biasanya meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan China menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.

Namun kondisi berbeda terjadi kini. Permintaan emas fisik cenderung lesu jelang perayaan Tahun Baru China atau Imlek 2021.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, Rp 954.000 Per Gram di Butik Emas Logam Mulia

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Sabtu 30 Januari 2021, Emas Antam 2 Gram Rp 1.930.000

Dalam sebulan terakhir, harga emas Aneka Tambang (Antam) di laman logam mulia tercatat koreksi 0,14% ke level Rp 945.000 per gram.

Research and Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengungkapkan, selain terdampak harga emas spot, permintaan emas fisik yang lesu juga jadi alasan harga emas Antam mengalami penurunan dalam sebulan terakhir.

"Jelang Imlek, aktivitas pembelian emas Antam cenderung melambat atau tidak seagresif tahun-tahun sebelum Covid-19 melanda. Sehingga lesunya daya beli masyarakat juga pengaruhi harga yang lesu," ungkap Nanang kepada Kontan.co.id, Minggu (31/1).

Petugas memperlihatkan koleksi emas yang disediakan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) jalan Ratulangi Makassar
Petugas memperlihatkan koleksi emas yang disediakan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) jalan Ratulangi Makassar (Tribun Timur/Muhammad Abdiwan)

Nanang menambahkan, dalam sebulan terakhir pergerakan emas spot cenderung masih stabil pada level resistance-nya di kisaran US$ 1.830 per ons troi hingga US$ 1.860 per ons troi.

Hanya saja, penambahan kasus Covid-19 baik eksternal maupun domestik yang berdampak pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) turut jadi katalis negatif bagi harga emas fisik dan mempengaruhi daya beli masyarakat.

Penguatan dolar AS turut membuat safe haven lain seperti emas spot tertekan dan berimbas pada lesunya harga emas Antam. Ke depan, harga emas Antam diperkirakan bakal bergerak pada rentang support Rp 830.000 per gram hingga Rp 850.000 per gram.

Sedangkan untuk level resistance berada di rentang Rp 930.000 per gram hingga Rp 950.000 per gram.

Di samping itu, Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan terbarunya memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021, dari sebelumnya tumbuh 6,1% menjadi hanya 4,8%. Sedangkan Bank Dunia (World Bank) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini di level 4,4%.

"Ke depan harga emas Antam masih akan terpengaruh pergerakan emas spot, ancaman dolar AS sebagai safe haven, ketidakstabilan ekonomi dan politik, perkembangan kasus Covid-19, hingga vaksinasi yang belum maksimal bisa menjadi kekhawatiran sendiri," tandasnya. (*)

8 Fitur Baru Whatsapp Diluncurkan Februari 2021, Amankah?

Gunung Merapi Muntahkah Awan Panas Sejauh 600 Meter, Mengarah ke Hulu Kali Krasak dan Boyong

Artikel ini tayang di kontan.co.id dengan judul Harga emas fisik terkoreksi jelang Imlek, indikasi daya beli lesu

Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved