Breaking News:

Berita Nasional

AHY Ungkap Gerakan Ambil Alih Kepemimpinan Demokrat Secara Paksa, Putra SBY Surati Presiden Jokowi

Agus Harimurti Yudhoyono AHY mengungkapkan ada gerakan politik yang ingin ambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang melibatkan pejabat

Editor: Anjar Wulandari
ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) didampingi putranya Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) saat melayat ke rumah duka almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie di kawasan Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sebuah pernyataan mengejutkan disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (HY).

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu mengungkapkan ada gerakan politik yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang melibatkan pejabat negara.

AHY menyebut, informasi itu didapatkannya setelah ada laporan dari pimpinan dan kader Demokrat, baik tingkat pusat maupun cabang.

"Adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).

Diawali Pejabat dan Tokoh Publik, Vaksinasi Covid-19 Digelar Serentak di Kabupaten Tabalong

Kemenag Kapuas Bekali 40 Penyuluh dengan Moderasi Agama dan Wawasan Kebangsaan

AHY menyatakan, menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang didapatkan, gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo.

AHY menyebut, gerakan tersebut terdiri dari kader secara fungsional, mantan kader dan non-kader.

Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (tribunnews.com)

Gabungan dari pelaku gerakan itu ada 5 (lima) orang, terdiri dari 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu.

Sedangkan yang non-kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan.

"Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) dalam permasalahan ini," ucap AHY.

Kondisi Warga Negara Indonesia Pascakudeta Militer Myanmar, Kemenlu: Masih Dipastikan

Wali Kota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan Minta Kerusakan Akibat Banjir Cepat Ditangani

Oleh karena itu, AHY sejak pagi tadi telah bersurat secara resmi kepada Presiden Jokowi untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi terkait gerakan politik yang disebut inkonstutional itu.

"Tadi pagi, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," pungkasnya.

Turut mendampingi AHY saat jumpa pers, yakni Sekjen Demokrat Teuku Riefki Harsya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Majelis Kehormatan Partai Demokrat Nahrawi Ramli, dan para keder Demokrat lainnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS:AHY Ungkap Ada Gerakan Politik Ingin Ambil Alih Kepemimpinan Demokrat Libatkan Pejabat, 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved