Breaking News:

Bisnis Techno

Di Tangan Presiden Joe Biden, Nasib Huawei Ternyata Semakin Buruk

Peralatan telekomunikasi yang dibuat oleh vendor yang tidak tepercaya, termasuk Huawei, merupakan ancaman bagi keamanan AS dan sekutu kami

KOMPAS.com/Gito Yudha Pratomo
Booth Huawei 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemimpin Amerika Serikat (AS) sudah berganti, namun kebijakannya tidak mengubah apa pun bagi perusahaan telekomunikasi raksasa asal China, yakni Huawei Technologies Co Ltd

Bahkan bisa dikatakan, di bawah pinpnan Joe Biden Nasib Huawei semakin tidak jelas.

Padahal sebelumnya, pemerintahan baru AS di bawah komando Joe Biden berencana akan meninjau ulang kebijakan pemblokiran terhadap perusahaan Huawei Technologies Co Ltd.

Bahkan, berselang beberapa hari setelah pernyataan tersebut, pemerintah Biden justru kembali menyebut Huawei sebagai "vendor tidak tepercaya" yang mengancam keamanan nasional AS.

HARGA Terbaru Huawei Nova 8 SE, Meluncur dengan Fast Charging 66W dan Kamera Digital Zoom 10X

Donald Trump Ngamuk Lalu Banting Telepon Ke PM Boris Johnson, Gara-gara Inggris Beri Izin Huawei

DAFTAR Smartphone 5G yang Akan Dirilis 2020, dari iPhone 12 hingga Huawei Mate 40 5G

“Peralatan telekomunikasi yang dibuat oleh vendor yang tidak tepercaya, termasuk Huawei, merupakan ancaman bagi keamanan AS dan sekutu kami,” kata Jen Psaki, juru bicara Gedung Putih.

Seperti yang diketahui, Presiden AS ke-45 Donald Trump memasukkan Huawei dan afiliasinya ke dalam entity list AS sehingga tidak bisa menjual produknya serta membeli komponen dari perusahaan asal AS.

Kala itu, AS menduga Huawei menjalin konspirasi dengan Iran. Huawei juga dituding melakukan mata-mata terhadap AS melalui perangkatnya dan dianggap membahayakan keamanan nasional.

Pemerintah Biden agaknya masih sependapat dengan pendahulunya tersebut. Untuk itu, pemerintah AS bersikukuh akan melindungi perusahaan telekomunikasi AS agar tidak menggunakan komponen atau peralatan dari "vendor tidak tepercaya" tersebut.

"Pemerintah akan memastikan perusahaan telekomunikasi AS hanya akan melakukan investasi dan memperluas produksi perangkatnya dari vendor-vendor sekutu dan tepercaya," kata Psaki.

Sikap pemerintahan Biden ini mengindikasikan bahwa Huawei agaknya belum akan terbebas dari entity list yang menjeratnya, setidaknya dalam waktu dekat ini.

Halaman
123
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved