Breaking News:

Berita Balangan

Terdampak Banjir, Wisata Pemandian Batu Badinding Balangan Ditutup Sementara Selama Perbaikan 

Objek wisata Batu Badinding di Desa Liyu Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan ditutup sementara waktu selama perbaikan pascabanjir.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Syaiful Akhyar
Megi untuk banjarmasinpost.co.id
Anggota Pokdarwis Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan secara swadaya memperbaiki jembatan wisata Pemandian Batu Badinding di Desa Liyu yang rusak karena banjir 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Objek wisata Batu Badinding di Desa Liyu Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan ditutup sementara waktu selama perbaikan pascabanjir.

Bencana banjir yang melanda di Desa Liyu pertengahan Januari kemarin menghancurkan sejumlah fasilitas wisata di tempat tersebut. 

Jembatan penyeberangan di pemandian rusak karena ketinggian air melebihi tingginya dinding sungai. Selain itu beberapa gazebo juga terdampak dan harus dilakukan perbaikan. 

Seminggu terakhir, Pokdarwis Desa Liyu mulai melakukan perbaikan. Terutama pada jembatan dan fasilitas bersantai pengunjung.

Ditinggal Pengungsi Banjir, Terminal Km 6 Banjarmasin Kalsel Kembali Beroperasi

Jalan Garuda Maharam Paringin Rusak Dilintasi Angkutan Berat, Bupati Balangan Arahkan Tutup Jalur 

Jalani Vaksinasi Covid-19, Begini Reaksinya Dirasakan Dandim 1010 Rantau

Bahkan telah diumumkan pula tentang penutupan objek wisata yang belakangan ini tengah ramai dikunjungi. 

Rupanya, kerugian yang dialami akibat bencana banjir yang merusak fasilitas di tempat wisata ini tak hanya berdampak pada fisik bangunan. Melainkan juga pendapatan Pokdarwisnya. 

Apalagi dari kunjungan wisatawan, dalam seminggu bisa menghasilkan rupiah kurang lebih Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta.  Hal itu dibeberkan oleh Ketua Pokdarwis Desa Liyu, Megi, Senin (1/2/2021).

Dampak banjir ucap Megi,  merusak beberapa fasilitas objek wisata. Di antaranya jembatan bambu senilai Rp 20 juta,  satu unit gazebo, beberapa petunjuk jalan, dan puluhan tempat duduk, serta satu kamar ganti. 

"Kami perkirakan untuk penutupan berlangsung selama tiga minggu sampai satu bulan semasa perbaikan dengan asumsi pengunjung 700 sampai 1000 orang perminggu," ucap Megi. 

Perbaikan jelas Megi menggunakan dana dari Pokdarwis dan Kelompok Usaha Jasa Lingkungan Perhutanan Sosial Hutan Desa. Adapun total biaya perbaikan sekitar Rp 17 juta dalam bentuk material dan Rp 1,2 juta untuk konsumsi. Terlebih proses pembangunan dilakukan secara swadaya. 

Belajar dari bencana alam yang terjadi dan kerusakan yang dialami, kali ini semua fasilitas terang Megi akan dibuat menjadi lebih kuat. Selain itu desainnya pun akan diolah semakin bagus dibanding sebelumnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved