Breaking News:

Berita HST

Dishut Kalsel Musnahkan 96 Balok Kayu Ilegal yang Ditemukan di Hantakan Kabupaten HST

Petugas KPH Hulu Sungai Dishut Kalsel menemukan 96 balok kayu ilegal di Papagaran, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
DISHUT KALSEL UNTUK BPOST GROUP
Petugas saat memotong-motong balok kayu ilegal yang ditemukan di Papagaran, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Jajaran Kesatuan Pengelolaan Hutan Hulu Sungai ( KPH Hulu Sungai ) menemukan kayu yang diduga hasil penebangan liar.

Lokasi temuannya di wilayah Papagaran, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan.

Total didapati 96 balok kayu dengan volume kurang lebih 5 meter kubik. Tumpukan kayu tersebut tertutup dedaunan bambu dan ranting.

"Ada beberapa titik penyimpanan kayu tanpa dokumen yang ditemukan," ujar Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan ( PKSDAE Dishut Kalsel ), Pantja Satata, Selasa (2/1/2021).

VIDEO Kepala KPH Pulaulaut Ditodong Pemilik Kayu Bersenjata Api Rakitan

Tangani 38 Kasus Ilegal Logging di Kalsel, Dishut Kalsel Sita 226 Kubik Kayu Tak Bertuan

Lahan Terbakar, Dalkarhutla KPH Hulu Sungai Kalsel Cepat Beraksi

KPH Hulu Sungai Bagikan Disinfektan Alami

Di lokasi, lanjutnya, tidak ditemukan pelaku. Sedangkan situasi dan kondisi,  tidak memungkinkan untuk mengangkut dan mengamankan. 

Karena itu, kata dia, barang bukti pun dimusnahkan dengan cara dipotong-potonfg menggunakan gergaji mesin. "Terpaksa kami hancurkan di lokasi," imbuhnya.

Sementara itu, bersama anggota DPRD Kabupaten HST, lanjut Pantja, ditemukan perkampungan di dalam area hutan lindung. Luas perkampungan diperkirakan lebih dari 10 hektare.

"Kami lihat dari DPRD sana ditunjukkan hasil citra satelit, ditemukan perkampungan di dalam area hutan dan itu luas sekali. Itu hasil citra satelit di 2015. Di tahun 2021 ini, kemungkinan perkampungan lebih besar lagi," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved