Breaking News:

Berita

Gegara Tulisan Dokter Tak Jelas, Dua Apoteker Jadi Terdakwa Usai Salah Beri Obat

Gara-gara tulisan dokter tak jelas, dua pegawai apotek jadi terdakwa. Hal itu setelah pasien yang minum obat tak sadarkan diri.

Handout
Okta Rina Sari (21) dan Sukma Rizkiyanti Hasibuan (23) bersama penasihat hukumnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MEDAN - Gara-gara tulisan dokter tak jelas, dua pegawai apotek jadi terdakwa. Hal itu setelah pasien yang minum obat tak sadarkan diri.

Keduanya adalah Okta Rina Sari (21), warga Lingkungan 1, Kelurahan Namogajah, Kecamatan Medantuntungan; dan Sukma Rizkiyanti Hasibuan (23), warga Jalan Pematangpasir Gang Tapsel, Lingkungan 14, Kelurahan Tanjungmulia, Kecamatan Medandeli, Kota Medan.

Mereka tampak duduk di kursi terdakwa di Ruang Cakra 2, Pengadilan Negeri (PN) Medan dan terus menunduk.

Mereka menatap lantai sambil menunggu Ketua Majelis Hakim Sri Wahyuni menjatuhkan vonis yang akan menentukan nasib para mantan pekerja apotek ini.

Delapan Pejabat d HSS Resmi Divaksin Covid-19, Guru Kapuh Gagal Tak Lolos Screening

Ini Alasan Telegram dan Signal Dianggap Bukan Pesaing Terkuat WhatsApp

"Memutuskan menjatuhkan vonis bebas atau Vrijspraak kepada terdakwa Okta Rina Sari dan Sukma Rizkiyanti Hasibuan karena berdasarkan fakta-fakta di persidangan tidak terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar pasal yang didakwakan penuntut umum. Memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat, serta martabatnya,” kata hakim sambil mengetuk palu, Rabu (27/1/2021).

Dituntut jaksa 2 tahun penjara, ditahan sejak Juli 2020

Jaksa Penuntut Umum Vernando Agus Hakim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan sebelumnya mendakwa kedua terdakwa melanggar Pasal 360 Ayat (1) KUHPidana jo Pasal 360 Ayat (2) KUHPidana, kemudian menuntut keduanya masing-masing dua tahun penjara.

Tak hanya itu, jaksa juga melakukan penahanan kepada kedua terdakwa sejak 2-21 Juli 2020.

Okta Rina Sari (21) dan Sukma Rizkiyanti Hasibuan (23) bersama penasihat hukumnya.
Okta Rina Sari (21) dan Sukma Rizkiyanti Hasibuan (23) bersama penasihat hukumnya. (Handout)

Perpanjangan penahanan juga dilakukan PN Medan sejak 22 Juli sampai 8 November 2020.

Pada 3 November-nya, penangguhan kedua terdakwa yang diajukan penasihat hukum dikabulkan hakim sesuai Penetapan Nomor: 2258/Pid.Sus/2020/ PN Mdn.

Halaman
1234
Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved