Breaking News:

Bisnis Techno

Mark Zuckerberg Malah Takut dengan Apple Terkait Pesaing WhatsApp, Bukan Telegram atau Signal

Mark Zuckerberg yang notabene pemilik Facebook dan WhatsApp justru terkesan tidak "terganggu" dengan keuntungan yang didapatkan Telegram atau Signal

Editor: Didik Triomarsidi
reuters.com
CEO Facebook, Mark Zuckerberg 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - WhatsApp belakangan membuat resah para penggunanya dengan pengumuman serangkaian kebijakan privasi baru.

Salah satu isi dari kebijakan itu menyebut bahwa sejumlah data pengguna akan dibagikan dengan perusahaan induk WhatsApp, Facebook.

Apabila pengguna tidak setuju, maka akun WhatsApp mereka terancam bakal tidak bisa digunakan lagi.

Ultimatum tersebut langsung membuat pengguna khawatir, sebagian kemudian sudah memutuskan pindah ke aplikasi chat lain.

WhatsApp pun langsung merasakan penurunan jumlah instalasi aplikasi dan pada saat yang sama aplikasi lain, seperti Telegram dan Signal mendapat limpahan pengguna baru.

Fakta Sebenarnya WA GB yang Jadi Sorotan Warganet Hingga Jadi Trending Topic Twitter

8 Fitur Baru Whatsapp Diluncurkan Februari 2021, Amankah?

Status Resmi WhatsApp Sempat Dikabarkan Bisa Curi Rekening Bank, Begini Fakta Sebenarnya

LOGIN WhatsApp Web Harus Scan Sidik Jari atau Wajah, Ini Jawaban WhatsApp Soal Keamanan Data

Walaupun sempat mengeluarkan klarifikasi soal pembaruan tersebut, sejumlah pengguna WhatsApp yang terlanjur khawatir soal keamanan data dirinya memilih untuk migrasi ke aplikasi perpesanan instan lainnya, seperti Telegram dan Signal.

Pamor WhatsApp pun ikut turun. Ketika menggulirkan kebijakan baru di awal Januari 202, firma riset aplikasi Sensor Tower melaporkan jumlah unduhan WhatsApp justru menurun sekitar 11 persen.

Firma riset aplikasi App Annie juga melaporkan terjadi penurunan peringkat WhatsApp di daftar aplikasi terpopuler, baik di Android dan iOS.

Berbanding terbalik, Telegram dilaporkan kebanjiran pengguna baru. Bahkan, CEO Telegram Pavel Durov menyatakan bawah pengguna Telegram sudah tembus lebih dari 500 juta pengguna pada minggu pertama Januari 2021.

"Telegram melampaui 500 juta pengguna aktif bulanan, yang mana 25 juta pengguna baru di antaranya bergabung ke Telegram dalam 72 jam terakhir," tulis Durov, di channel Telegramnya. Signal juga dilaporkan ikut mendapatkan100.000 pengguna baru kala itu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved