Breaking News:

Nasional

Mendagri Tito Karnavian Ingatkan Ditjen Dukcapil, Proaktif Bantu Korban Banjir di Kalsel

Mendagri Tito Karnavian memberikan atensi erhadap Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

Editor: M.Risman Noor
ISTIMEWA
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi tentang Penegakan Protokol Kesehatan, kepala daerah yang ikut kerumunan bisa diberhentikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan atensi erhadap Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil ( Ditjen Dukcapil).

Mantan Kapolri ini menginginkan agar Ditdukcapil proaktif dalam penggantian dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat bencana banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan gempa di Sulawesi Barat (Sulbar).

"Saya meminta rekan-rekan proaktif turun melakukan pelayanan jemput bola di daerah-daerah bencana. Khususnya daerah bencana banjir di Provinsi Kalsel dan gempa bumi di Sulbar," kata Tito, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/2/2021).

Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Jenderal Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh membentuk tim Dukcapil tanggap bencana.

Penarikan Sertifikat Tanah Asli Milik Masyarakat ke BPN Bakal Secepatnya, Pemerintah: Jangan Takut

SOAL & Kunci Jawaban Buku Tematik SD Kelas 5 Tema 7 Halaman 89 - 96 : Proklamasi Kemerdekaan

Tim tersebut bertugas mengganti dokumen kependudukan yang hilang atau rusak warga terdampak bencana di Kalsel dan Sulbar.

"Saya meminta rekan-rekan pada Ditjen Dukcapil Kemendagri proaktif turun melakukan pelayanan jemput bola di daerah-daerah bencana, khususnya daerah bencana banjir di Provinsi Kalsel dan gempa bumi di Sulbar," ujar Zudan.

Menurut Zudan, sampai dengan 1 Februari 2021 pihaknya telah mencetak 96.825 kartu keluarga untuk warga terdampak bencana di Kalbar.

Personel Sat Brimob Polda Kalsel mengevakuasi warga korban banjir di Kalsel.
Personel Sat Brimob Polda Kalsel mengevakuasi warga korban banjir di Kalsel. (Humas Polda Kalsel untuk BPost)

"Tim Dukcapil tanggap bencana telah mencetak sebanyak 96.825 kartu keluarga, 138 e-KTP dan 17 akta kematian di Kalimantan Selatan," tutur dia.

Selain itu, pada periode yang sama Dukcapil juga menerbitkan 3.634 kartu keluarga, 444 e-KTP, dan 87 akta kematian untuk korban bencana di Sulawesi Barat.

Zudan menuturkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

"Tim bekerja sampai larut malam. Sabtu dan Minggu tim bekerja lembur. Hal itu kami lakukan agar dapat melayani masyarakat dengan cepat," ucap dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dukcapil-diminta-proaktif-ganti-dokumen-kependudukan-korban-bencana-di

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved