Ekonomi dan Bisnis

VIDEO Pabrik VCO di Banjarbaru Ekspor 8,1 Ton ke Malaysia

Pabrik PT Daxen KJP Agro di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalsel, memproduksi VCO yang bermanfaat untuk kesehatan.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Peluang ekspor Virgin Coconut Oil (VCO) dari Provinsi Kalimantan Selatan terbuka lebar.

Terbukti dengan ekspansi yang dilakukan PT Daxen KJP Agro ( PT DKA), yaitu ekspor perdana dengan tujuan Malaysia.

Hanya saja, sementara ini untuk bahan bakunnya, yakni Kelapa tua yang standar sulit untuk dicari. 

"Memang kendala kami di bahan baku. Mencari kelapa tua yang sandar, sudah keliling. Tahun lalu, kami disuplai dari Sampit Kalimantan Tengah. Idealnya, 1,1 kilogram per biji kelapa tua dihargai Rp 2.500. Kalau di bawah itu, dihargai Rp 2.200 per kilogram," beber Manager Finance and Accouting (F & A) PT Daxen KJP Agro Banjarbarbaru, Lana, Selasa (2/2/2021). 

Namun, upaya terus dilakukan PT Daxen KJP Agro untuk mencari. Kini, pihaknya menurunkan tim guna mencari ke daerah-daerah yang punya Kelapa.

Eskpor Ikan Menggeliat, Pembudidaya Belut Tanahlaut Kalsel Kirim 40 Ton Belut ke China

Sopir Angkutan Karet Kebingungan Cari Jalan Menuju Banjarmasin, Ekspor Karet Terganggu

"Sekarang sudah survei ke Sampit dan sudah sesuai harga. Kami juga survei ke Batulicin," kata Lana. 

Secara hitungan, diakui Lana, perusahaan masih kurang atu memerlukan 7.000 butir Kelapa tua lagi. 

Karena sekarang bisa diproses kapasitas 10.000 butir dengan produksi 600 kilogram VCO per hari. 
Kalau saat ini baru mencapai 3.000 butir dengan produksi 175 kilogram per hari.

"Kenapa harus tua. Karena yang tua dan tebal akan membuat minyak yang lebih banyak. Syarat yang diterima untuk kelapa tua, warna cokelat tua, dengan selaput kering keabuan. Bisa bertunas, maksimal 1 sentimeter," sebut Lana. 

Selama mencari bahan Kelapa tua, produksi harian pun setop sementara sambil ada bahan datang.

Ekpor Kalsel Terbanyak ke Malaysia, Kelompok Bahan Bakar Mineral Sumbang Nilai Ekspor Tertinggi

50 Pelaku Usaha Ekspor Ikuti Sosialisasi Perdagangan Luar Negeri

Ditambahkan Supervisor Produksi PT Daxen KJP Agro, Fajar Sadik, pabrik VCO ini berada di areal 1.000 meter persegi di Banjarbaru. Kapasitas mesin maksimal bisa mencapai 20.000 butir per hari. 

Pemerosesan dari kelapa tua hingga ke VCO di pabrik ini ada dua sistem. Ada yang sistem mesin basah dan sistem kering.

"Kami ekspor dari yang sistem basah. Produksi sebanyak 8,1 ton, dijadikan 450 kemasan pile. Sedangkan satu pile, beratnya 18 kilogram," kata dia. 

Setelah ini, sambungnya, juga akan dibuat kemasan VCO dalam berbagai ukuran yang kecil, guna memenuhi keperluan dalam negeri. 

"Proses izinnya sedang diproses BPOM halal dan sejenisnya. Produknya namanya Natura dan ini akan dipasarkan secara lokal dan peluncurannya nanti di Jakarta," kata dia.

Masih Pandemi Covid-19, Nilai Ekspor Kalsel Naik

Abon Cabai Hiyung Kantongi Izin Edar BPOM RI, Kelompok Tani Desa Hiyung Ini Siap Ekspor

Masih kata Fajar Sadik, VCO ini tidak lain dicari dan dimanfaatkan untuk kesehatan.

"Di VCO kami sudah ada 12 khasiat untuk kesehatan dan bisa dikonsumsi oleh segala umur. Beberapa manfaatnya di antaranya membantu pembuluh darah, baik untuk jantung dan pankreas. Dan yang sedang diteliti juga sebagai obat Covid-19. Selain itu, bisa digunakan untuk kerja sama industri kosmetik, pembuatan sabun dan sejenisnya," pungkasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved