Breaking News:

Berita Bsnis

Pascabanjir, Harga Bayam di Pasar Banjarbaru Melambung, Pasokan dari Petani Kosong

Hampir semua pedagang sayur di pasar pagi Banjarbaru tidak menyediakan bayam, terutama dalam beberapa hari terakhir

banjarmasinpost.co.id/salmah
Pasokan sayur bayam di pasar menipi 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hampir semua pedagang sayur di pasar pagi Banjarbaru tidak menyediakan bayam, terutama dalam beberapa hari terakhir.

Padahal cukup banyak permintaan sayur bayam dari para pembeli baik kalangan pengecer, hotel, restoran maupun rumahtangga.

Meski ada pedagang kecil yang jualan, itupun hanya ikatan kecil yang dijual dengan harga Rp 3000/ikat.

Padahal biasanya ikatan kecil hanya dijual Rp 1000/ikat.

Harga Emas di Pegadaian Kamis 4 Februari 2021, Emas Antam Turun Rp 15.000

Cara Mengetahui Penerima BST 2021 Rp 300 Ribu, Pakai NIK atau KIS Login dtks.kemensos.go.id

Kebiasaan Engkom Komara Saat Jauh Dari Keluarga Nathalie Holscher Terungkap, Sule : Biar Makan Dulu

Ican, pembagi sayur mengatakan, sudah sekitar sepekan bayam kosong.

Biasanya rata-rata untuk permintaan pasar ia bisa menjual 100 ikat per hari, itu khusus untuk membagi ke pedagang pasar pagi.

"Tapi karena kosong di tingkat petani, karena memang kondisi bekas banjir, maka sayur bayam tidak ada yang menyediakan. Saat ini aja para petani ada sebagian yang baru menanam bibit," tukasnya.

Sanah, pedagang sayur di pasar pagi mengatakan, pastilah pembeli banyak yang cari bayam.

Kalaupun ada, ia jual Rp 3000 per ikat, karena modalnya juga mahal.

Saat ini yang ada juga cuma beberapa ikat.

"Kalau lagi normal, saya mengecer 10 ikat besar bisa terjual, rata-rata keuntungan yang didapat lumayan," ujarnya.

Riri, pedagang kuliner, mengatakan, seminggu ini ia tidak bisa menyediakan sayur bayam yang menjadi menu jualannya.

"Selain kosong, harga bayam juga mahal sekali, jadi lebih baik memilih tidak menyediakan dulu," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved