Berita HST
Becek dan Drainase Tersumbat, Pasar Barabai Pasca Banjir Masih Kotor
Hingga Jumat (5/2/2021) Barabai belum benar-benar bersih dari sampah. Tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah titik pinggir-pinggir jalan
Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Banjir bandang di Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST) mengubah “wajah” kota Barabai.
Kota kecil di Kalsel yang dulu punya slogan Berseri (Bersih, rapi dan Indah) kini menjadi kotor.
Hingga Jumat (5/2/2021) Barabai belum benar-benar bersih dari sampah. Tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah titik pinggir-pinggir jalan, meski volumenya kini sudah berkurang.
Pantauan banjarmasinpost.co.id, sampah berserakan juga menghiasi Pasar Keramat, atau Pasar Hanyar Barabai. Bahkan genangan air juga terjadi di sejumlah titik di area pasar Keramat, yang diduga akibat drainase tersumbat sampah-sampah bawaan banjir.
• Percepat Penanganan Sampah di HST, Warga Diminta Membuang ke Lokasi Ini
• Armada Terbatas Atasi Sampah Pasca Banjir, HST Terbantu Bantuan Kabupaten Tetangga
Upaya mempercepat pembersihan kembali Kota Barabai telah dilakukan Pemkab HST dengan mengerahkan petugas kebersihan, dibantu para relawan.
Namun, tiap hari warga kota terdampak banjir yang masih melakukan bersih bersih rumah dan masih menghasilkan sampah perabot rumah tangga.
Kepala DInas Lingkungan Hidup dan Perhubungan HST Muhammad Yani mengatakan, penanganan sampah pasca banjir tak bisa ditangani sendiri oleh dinas yang dipimpinnya.
“Kami fokus menangani sampah yang ditumpuk warga di pinggir jalan pasca banjir. Untuk sampah di pasar ditangani Dinas Pedagangan, dan sampah sungai ditangani Dinas PUPR,”jelasnya.
Begitu pula masalah sampah yang menyumbat drainase, ditangani Dinas PUPR. Namun, saat ini Pemkab HST juga fokus kepada penanganan korban yang terdampak banjir, khususnya di Kecamatan Hantakan.
Mengenai aktifitas jual beli dipasar, mulai menggeliat, meski masih banyak pedagang yang menutup tokonya karena belum kelar bersih-bersih.
Pedagang yang sudah aktif berjualan merupakan pedagang kaki lima baik yang berjualan di luar bangunan pasar agrobisnis modern, maupun di dalam pasar tersebut.
Zainab, pedagang gula merah dan buah lokal menuturkan, baru bisa berjualan seminggu pasca banjir.
“Saat ini berjualan juga masih sepi, karena pengunjungnya berkurang. Ditambah harga berbagai kebutuhan yang naik, sehingga pembelinya cukup sepi di luar hari Sabtu,”tuturnya.
Menurutnya, naiknya harga sayuran karena kecamatan yang biasa memasok ke pasar terdampak banjir. Seperti Hantakan, Pandawan serta kecamatan lainnya. Nisa, pedagang tempe dan tahu juga mengaku jualannya tak selaku sebelum ada banjir.
• Sampah Masih Menumpuk, Dinas LHP HST Targetkan 15 Hari Tuntas 100 Persen
• Pascabanjir Bandang, Tumpukan Sampah Rumah Tangga Hiasi Kota Barabai HST
“Setelah banjir, pembelinya sepi karena harga-harga juga pada mengalami kenaikan,”katanya.
Nisa sendiri mengatakan dirinnya juga korban banjir, sehingga baru bisa berjualan dalam lima hari ini. Dia berharap, kondisi perekonomian warga Barabai kembali pullih, sehingga makin banyak warga berkunjung ke Pasar Hanyar Barabai. (banjarmasinpost.co.id/hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pedagang-di-pasar-hanya-barabai-kembali-berjualan.jpg)