Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Usaha Jasa Pembuatan Mahar Mulai Menggeliat Seiring Diperbolehkannya Kembali Resepsi Pernikahan

Order usaha pembuatan mahar kembali mengalir seiring dengan diperbolehkannya kembali resepsi pernikahan atau perkawinan meski dibatasi

banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Pemilik Dafa Creation, Muhammad Yasin Sudarwiyanto menujukkan kreasi pembuatan mahar di Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Awal-awal pandemi orderan sangat sepi. Bahkan tidak ada. Penyebabnya karena tidak dibolehkan adanya nikahan. Dan itu sangat berpengaruh kepada UMKM termasuk di sektor jasa pembuatan Mahar.

Begitu dibolehkan ada pelaksanaan pernikahan, kini UMKM sektor jasa pembuatan mahar ini mulai ada lagi. Namun orderan masih sedikit.

"Tapi untuk saat ini, Alhamdulillah sdh ada masuk beberapa. Biasanya sebelum pandemi, bisa sampai 10-15 Mahar orederan per bulan. Kalau sekarang paling banyak lima orderan. Itu pun juga tak mesti tiap bulan ada," kata pemilik Dafa Creation, Muhammad Yasin Sudarwiyanto, Jumat (5/2/2021).

Beruntung usha tidak difokuskan ke Mahar saja, karena itu dia buat kreatifitas lain sehingga masih ada yang jalan meski Mahar sepi namun yang lain tetap jalan.

Becek dan Drainase Tersumbat, Pasar Barabai Pasca Banjir Masih Kotor

Pemkab HST Perpanjang Tanggap Darurat, Wabup Bersyukur Banyak yang Support 

Kerap Dicekoki Pil KB, Bocah di Banjarmasin Utara Diduga Menjadi Korban Rudapaksa Ayah Kandung

"Untuk usaha ini bukan hanya untuk mahar pernikahan saja, tapi bisa juga buat kado, acara nikahan, ulang tahun, wisuda dan lain sejenisnya," kata dia.

Bahkan, cerita dia, sempat ketika orderan Mahar sepi karena Pandemi, Muhammad Yasin Sudarwiyanto,
akhirnya juga sempat buat atau produksi face Shield.

"Alhamdulillah lumayan omsetnya. Tapu tidak berlangsung lama. Kurang lebih 3 bulan saja," kata dia.

Dia berharap, kondisi Covid 19 sektor ekonomi pulih kembali. Selain itu dia berhrap ada standar harga jual minimum untuk kreasi mahar. Karena salah satu faktor yang "mungkin" menyebabkan turunnya peminat karena adanya pesaing yang berani banting harga jauh dibawah harga jual rata-rata.

"Kalau untuk komunitas pengrajin mahar yang saya kelola digrup whatapp. Kita harga sudah ada kesepakatan," kata dia yang menekuni usaha jasa rias Mahar sejak September 2011 sampai sekarang.

(banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved