Breaking News:

Berita Banjarmasin

Mataraman-Astambul Masih Dihubungkan Jembatan Darurat, Angkutan Karet ke Banjarmasin Terhambat

Putusnya jembatan di perbatasan Mataraman-Astambul hingga kini masih berdampak terhadap terhambatnya distribusi karet ke Banjarmasin

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Jembatan darurat di Jalan A Yani Km 55 batas antara Kecamatan Astambul-Mataraman Kabupaten Banjar. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kalsel, hingga kini masih menyisakan sulitnya akses transportasi dan distribusi barang dari beberapa kabupaten ke ibu kota provinsi, terutama untuk suplai bahan baku. 

Salah satu bahan baku yang terdampak adalah hasil perkebunan karet. Hingga kini, distribusi karet mentah maupun setengah jadi dari Kabupten di Kalsel terhambat.

H Mahyuni Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, mengatakan, rusaknya jalan dan jembatan nasional di wilayah Kalsel memang berdampak pada suplai bahan baku industri di antaranya karet. 

"Terhambatnya distribusi bahan baku industri karet memang terkait dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari SIR 20 melalui dana pertimbangan pajak," jelasnya. 

Adapun sampai Desember 2020 lalu industri SIR (Standard Industrial Rubber) 20 trennya berjalan normal, kisaran Rp 14 ribu sampai Rp 15,6 ribu ton perbulan. Sedangkan adanya hambatan jalur distribusi Mahyuni belum menyebutkan datanya.

Jembatan Putus, Warga di Haur Gading Kabupaten HSU Terpaksa Tempuh Jalur Lebih Jauh

Jembatan Putus, Ruas Jalan Desa Tanah Habang Banjar Alternatif Menuju Hulu Sungai dan Banjarmasin

Jokowi Tinjau Jembatan Putus Akibat Banjir di Kabupaten Banjar Kalsel, Beri Instruksi Menteri PUPR

Sebagaimana diketahui, Jembatan di Perbatasan Astambul-Mataraman atau Jembatan  H Samin di Desa Banua Anyar, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, yang sudah diperbaiki secara darurat, masih menimbulkan dampak sulitnya distribusi angkutan komoditas.

Sejumlah sopir angkutan terutama armada truk karet harus mencari jalan alternatif supaya sampai ke ibukota provinsi.

Suyanto sopir angkutan dari Mataraman, menyatakan, sejak jembatan itu putus pada 13 Januari lalu, hampir seminggu mereka tak bisa Kirim karet. 

"Sekarang memang sudah ada jembatan darurat, sistem buka tutup, bergiliran dari dua arah dan hanya untuk roda dan empat berkapasitas maksimal 5 tontapi, tapi kami yang menggunakan pikap harus antre hingga satu kilometer," jelasnya. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved