Breaking News:

Berita Kalteng

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng Soroti Siring Pasar Kahayan Kota Palangkaraya yang Ambruk

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng menyoroti pembangunan siring Pasar Kahayan di Jalan Tjilik Riwut kilometer 2 Kota Palangkaraya yang ambruk.

banjarmasinpost.co.id/Fathurahman
Siring atau turap drainase di kawasan Pasar Kahayan Palangkaraya, Kalimantan Tengah diperkirakan sejauh 50 meter ambruk diduga akibat tak kuat menahan kuatnya arus sungai. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Anggota Komisi IV DPRD Kalteng menyorot pembangunan siring Pasar Kahayan di Jalan Tjilik Riwut kilometer 2 Kota Palangkaraya Kalteng yang ambruk.

Siring Pasar Kahayan ambruk sekitar 50 meter terjadi dalam beberapa hari ini, diduga akibat tak mampu menahan kuatnya arus Sungai Kahayan.

Pembangunan siring Pasar Kahayan sejauh 640 meter tersebut merupakan Proyek Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pembangunan Siring pasar Kahayan oleh Direktorat Sumber Daya Air SNVT PJSA WS Mentaya-Katingan, WS.Barito, WS. Jelai-Kendawangan Provinsi Kalteng itu hingga Selasa (9/2/2021) belum diperbaiki.

Warga Palangkaraya dan Anggota Ditsamapta Polda Kalteng Ciduk 4 Orang Pesta Sabu

HUKUM Puasa Rajab Menurut Riwayat al-Thabarani, Rajab 1442 Hijriyah Dimulai 13 Februari 2021

IMLEK 2021, 5 SHIO Diprediksi Dekat dengan Keberuntungan di Hari Ini Selasa 9 Februari 2021

Belum ada petugas instansi terkait yang datang melihat kerusakan proyek tersebut, pihak PUPR Provinsi Kalteng menyebut, proyek tersebut bukanlah tanggungjawab mereka karena menjadi kewenangan dari pihak Balai Wilayah Sungai Kalimantan.

Anggota Komisi IV (bidang infrastruktur) DPRD Kalteng, H Achmad Rasyid, meminta instansi terkait harus turun ke lapangan melakukan pengecekan penyebab ambruknya proyek tersebut.

"Instansi terkait harus turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan penyebab hingga siring atau turap drainase Primer Pasar Kahayan tersebut ambruk, karena jika dibiarkan begitu saja kerusakan bisa merembet ke bagian yang lainnya. Harus dilakukan pengecekkan apakah kerusakan karena apam atau teknis pengerjaan yang tidak benar perhitungannya," ujarnya.

Pembangunan drainase utama pengendalian banjir Kota Palangkaraya yang terletak di kawasan Pasar Kahayan tersebut dianggarkan sebesar Rp17.463.440.000,- dikerjakan oleh PT. Karya Nusa Mandiri (KNM) untuk mendukung program pengendalian banjir di wilayah Kota Palangkaraya.

Proyek drainase dilaksanakan sejak tanggal 24 Maret hingga 18 November 2020 untuk mendukung pemerintah setempat dalam mencapai tujuan Kota Palangkaraya bebas banjir.

Drainase awal sebelum proyek tersebut, pada bagian sekitar Jalan Tjilik Riwut juga ambruk akibat derasnya air yang lewat untuk menuju ke Sungai Kahayan.

Drainase tersebut dibangun untuk menampung air kiriman dari bagian atas saluran ruas jalan Rajawali juga air sungai Kahayan yang debit air nya tinggi juga akan masuk ke saluran drainase tersebut, karena merupakan saluran utama penyaluran air dari drainase sekunder dan tersier yang ada di dalam Kota Palangkaraya.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved