Breaking News:

Wabah Virus Corona

Ramai di Malaysia, Hotel Bintang 5 Banting Setir Jualan Nasi Bungkus, Ada yang Rp 7.000 Seporsi

Menurut Bernama, Hatten Hotel di Melaka ini adalah yang ketiga melakukannya setelah di Penang dan Terengganu.

FACEBOOK @melakamalacca
Nasi bungkus yang dijual Hatten Hotel di Melaka, Malaysia, berharga Rp 7.000 per porsi. Hidangan bernama nasi bajet ini dijual oleh hotel bintang 5 tersebut untuk membantu keuangan yang anjlok akibat Movement Control Order (MCO), semacam PSBB di Indonesia. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, MELAKA - Banyak cara dilakukan pengusaha di dunia untuk 'bertahan hidup' dimasa pandemi Covid-19 ini.

Ada yang nekat menjual usahanya seperti hotel-hotel besar di Indonesia dijual pemilik di marketplace OLX beberapa waktu lalu.

Lalu, sejumlah orang kaya di Jakarta menjual rumah mewahnya memalui situs lelang negara.

Ternyata kondisi suram dunia usaha juga dirasakan pengusaha di negara tetangga Malaysia.

Hotel-hotel di Jakarta Ramai Dijual di OLX, Ada yang Seharga Mobil Mewah Bugatti

INGAT! PNS, Pegawai BUMN, TNI dan Polri Dilarang ke Luar Kota Selama Long Weekend, Ini Alasannya

IMLEK 2021, 5 SHIO Diprediksi Dekat dengan Keberuntungan di Hari Ini Selasa 9 Februari 2021

Seperti yang dilakukan sebuah hotel bintang 5 di Melaka, Malaysia.

Mereka banting setir karena kondisi keuangan terus merugi dengan berjualan nasi bungkus seharga hanya 2 ringgit (Rp 7.000).

Bahkan, seperti diberitakan Kantor Berita Malaysia Bernama, Hatten Hotel di Melaka ini adalah yang ketiga melakukannya setelah di Penang dan Terengganu.

Dagangan bernama Nasi Bajet (nasi murah) itu dijajakan demi menambal keuangan yang anjlok saat Movement Control Order (MCO), sejenis PSBB di Indonesia.

Kepala koki Hatten Hotel, Badrol Hisham Mohd Ali, mengatakan bahwa inisiatif ini diambil karena tidak ada tamu yang menginap dan restoran masih tutup.

"Selain mendatangkan pendapatan hotel yang terkena pandemi Covid-19, penjualan nasi bajet juga diharapkan dapat memberikan kegembiraan bagi masyarakat yang terkena imbas pendapatan, untuk mendapatkan makanan dengan harga yang lebih murah."

Halaman
12
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved