Peninggalan Prasejarah di Tabalong

Satu dari Sembilan Situs Cagar Budaya di Tabalong, Pengunjung Gua Batu Babi Bisa Belajar Prasejarah

Gua Batu Babi di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya merupakan satu dari sembilan cagar budaya di Tabalong

Tayang:
Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
Pemkab Tabalong untuk BPost
Gua Batu Babi di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong dari depan. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Saat ini di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memilili sembilan situs cagar budaya.

Sembilan situs cagar budaya itu, Gua Batu Babi di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya, Makam Gusti Buasan di Desa Bongkang Kecamatan Haruai.

Masjid Pusaka Banua Lawas dan Makam Penghulu Rasyid di Kecamatan Banua Lawas, Masjid Pusaka Nurul Iman Desa Puain Kanan kecamatan Tanta 

Makam Datu Puain atau Datu Ranggama di Desa Puain Kanan kecamatan Tanta, Makam Muhammad Nafis di Desa Bintiru kecamatan Kelua, Makam KH M Arif di Desa Habau Kecamatan Banua Lawas.

Punya Kawasan Pegunungan, Tabalong Ternyata Simpan Gua dari Zaman Prasejarah

Indocement Dukung Bumdes Tegalrejo Kembangkan Gua Lowo, Wisata Unggulan Kelumpang Hilir Kotabaru

Wisata Gua Marmer di Kabupaten Tala, Warga Sungai Bakar Benahi Bunker Jepang

Masjid Syuhada di Desa Sungai Durian, Kecamatan Banua Lawas serta Makam Syekh Abdurrahman dan Syekh Abdurrahim di Desa Batang Banyu, kecamatan Banua Lawas.

Dari sembilan situs cagar budaya di Kabupaten Tabalong ini, Gua Batu Babi atau Gua Babi, menjadi satu-satunya situs yang merupakan sebuah gua.

Gua Batu Babi terletak  wilayah utara Kabupaten Tabalong, tepatnya di Randu Desa Lumbang,  Kecamatan Muara Uya, di samping jalan Gunung Batu Bule.

Jarak lokasi situs ke ibu kota Kecamatan Muara Uya sekitar 7 kilometer, dan jarak ke ibu kota kabupaten sekitar 30 kilometer.

Menurut Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Tabalong, Masdulhak Abdi, Selasa (26/1/2021), Gua Batu Babi ini sangat terkenal karena merupakan situs cagar budaya yang sudah diakui secara nasional.

"Karena di sana kita bisa belajar tentang kehidupan prasejarah," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved