Breaking News:

Berita Batola

Terdampak Banjir, Penjualan Bibit Sayur di Pasar Baru Marabahan Turun 50 Persen

Lahan kebun terendam banjir mengakibatkan petani kurang banyak yang membeli bibit sayur di Pasar Baru di Kota Marabahan, Kabupaten Batola, Kalsel.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Penjual bibit sayur di Pasar Baru, Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Selasa (9/2/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Banjir yang menerpa sejumlah kawasan di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, turut berpengaruh pada penjualan bibit tanaman. 

Setidaknya fenomena ini dialami sejumlah pedagang bibit di Pasar Baru Marabahan, Kabupaten Batola, baik bibit tanaman buah maupun sayuran. 

"Akibat banjir ini ada penurunan sekitar 50 persen penjualan bibit sayur," ungkap Badri, pedagang bibit asal Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Selasa (9/2/2021). 

Ia pun menambahkan, bibit yang ia jual kurang diminati pembeli lantaran lahan yang biasa mereka tanami masih digenangi air, sehingga tidak memungkinkan untuk berkebun.

Update Covid-19 Batola, Tiga warga Wanaraya Positif Terpapar

Didatangi Satgas Pelayanan Publik Batola, Disdukcapil Sampaikan Keterbatasan SDM dan Peralatan

Peminat bibit sayuran yang ia jual, terbilang tinggi pada kisaran bulan Maret hingga Mei di setiap tahunnya.

Karena, petani telah selesai bertanam padi dan bedengan sawah banyak yang bisa ditanami sayur. 

Menurut Badri, dirinya merupakan pedagang bibit sayur dari Nagara HSS dengan menggunakan perahu yang mendatangi pasar-pasar di sepanjang jalur Sungai Barito.

Untuk mencapai Pasar Marabahan, biasanya ia memakan waktu sekitar enam jam perjalanan.

Pemuda Batola Ini Bikin 7 Orang Tertipu, Iming-imingi Gaji Besar di Bank Kalsel Cabang Marabahan

Peduli Warga Terdampak Banjir di Batola, Jamaah Musala Ass Salam PDAM Bandarmasih Salurkan Sembako

Ia mengaku telah menggeluti usaha ini sekitar 15 tahun, khusus menjual bibit sayur dan sayur pada momentum musim panen di kampungnya, Desa Baruh Jaya. 

Adapun bibit sayur yang ia jual cukup variatif, yakni cabe, terong, tomat, kacang, pepaya dan lain-lain. 

"Per pohon bibit harganya 500 rupiah, biasa sekali jalan membawa sekitar puluhan ribu batang perminggu," ucap Badri.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

Penulis: Muhammad Tabri
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved