Breaking News:

Banjir Kalsel

Banjir Kalsel, Pokdarwis Bersihkan Pantai Batakan Baru Kotor Akibat Pasang Besar Lautan

Banjir di Kalsel, Banjir besar yang melanda Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), pertengahan Januari 2021 lalu turut disertai pas

Foto Ismail untuk Banjarmasinpost.co.id
Banjir di Kalsel, Pengelola Pantai Batakan Baru bahu-membahu membersihkan pantai yang terkotori sampah yang terbawa pasang besar. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Banjir di Kalsel, Banjir besar yang melanda Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), pertengahan Januari 2021 lalu turut disertai pasang besar air laut.

Hal itu menyisakan persoalan tersendiri bagi para pengelola objek wisata pantai di Tala. Pasalnya naiknya air pasang laut turut membawa beragam sampah, terutama sampah organik.

Balok hingga ranting kayu serta tumbuhan apung lainnya terdampar di pesisir pantai. Hal seperti itu antara lain terjadi di Pantai Batakan Baru dan Pantai Batakan di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan.

Dinas Pariwisata (Dispar) Tala sebagai pengelola pantai setempat pun mesti berjibaku membersihkan onggokan sampah tersebut. Bersama kelompok sadar wisata (pokdarwis) serta warga sekitar bersama-sama membersihkannya.

Bantu Korban Banjir Kalsel di Barabai, Tim BSMI Banjarmasin Berikan Pelayanan Kesehatan

Banjir Kalsel di Gambut Kabupaten Banjar Mulai Surut, Perajin Tapai In Kembali Berproduksi

Lamban Disampaikan ke Provinsi, Data Kerusakan Dampak Banjir Kalsel Masih Belum Final

"Cukup banyak juga sampahnya. Beberapa hari lalu kami bahu-membahu membersihkan onggokan sampah yang bertebaran di pesisir pantai," ucap Kepala Dinas Pariwisata Tala Ismail Fahmi, Rabu (10/2/2021).

Dikatakannya, pembersihan sampah tersebut tak cukup sekali. Pasalnya setelah dibersihkan, ketika air laut pasang besar, sampah kembali mengoroti pesisir pantai.

Lebih lanjut Fahmi menuturkan kunjungan di Pantai Batakan Baru susut drastis sejak adanya cuaca ekstrem. Apalagi pascabanjir besar melanda Tala pertengahan Januari lalu yang berdampak tersendatnya lalu lintas menuju Kota Pelaihari.

"Sepi kunjungan pada semua objek wisata. Masyarakat kan juga umumnya sudah tahu cuaca kurang bersahabat. Apalagi menuju Pelaihari sekarang masih kerap tersendat," tandasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved