Breaking News:

Kelangkaan Elpiji Kalsel

Kelangkaan Elpiji di Kalsel, Pemkab Tala Lakukan Pertemuan dengan Manajemen Pertamina

Setelah memanggil kalangan pangkalan liquified peteoleum gas (LPG) subsidi tiga kilogram atau elpiji melon, Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala),

Penulis: Idda Royani | Editor: Edi Nugroho
banjarnasinpost.co.id/idda royani
Suasana pertemuan pertemuan membahas distribusi dan lonjakan harga elpiji melon di Bappeda Tala, Rabu (10/2) siang. Rapat dibuka Wabup Tala Abdi Rahman. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI -Setelah memanggil kalangan pangkalan liquified peteoleum gas (LPG) subsidi tiga kilogram atau elpiji melon, Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), melakukan pertemuan dengan manajemen PT Pertamina.

Pertemuan berlangsung di Aula Pencerahan Badan Perencanan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tala di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari, Rabu (10/2/2021) siang.

Wakil Bupati Tala Abdi Rahman kembali memimpin pertemuan tersebut didampingi Dandim 1009/Pelaihari Letkol (Inf) Adi Yoga Susetyo. Hadir pula jajaran pejabat teras terkait antara lain Asisten II Bidang Ekobang Setda Tala H Akhnad Hairin.

Lalu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) H Syahrian Nurdin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) H Agus Sektyaji, Plt Kasapol PP dsn Damkar HM Faried Widiyatmoko, dan Kabag Ekonomi Ina Gintiani.

Kelangkaan Elpiji Kalsel, Satpol PP Tala Razia Pedagang Eceran Elpiji Melon, Sejumlah Tabung Disita

Tanggapi Kelangkaan Elpiji, Sekretaris KNPI Kalsel: Tindak Tegas Kalau Ada Oknum-oknum Bermain

Selain manajemen Pertamina, juga hadir pihak agen dan sejumlah pangkalan elpiji.

Pertemuan tersebut tindaklanjut dari pertemuan sebelumnya dengan beberapa pihak pangkalan.

Tujuan pertemuan tersebut guna mengurai akar permasalahan terkait distribusi elpiji melon. Pasalnya selama ini elpiji di pangkalan di Tala cepat habis (kerap kosong), sementara pada saat yang sama elpiji melon tersedia pada pedagang eceran dengan harga yang cukup mahal berlipat ganda.

Kondisi itu kembali terjadi sejak beberapa pekan terakhir seiring tersendatnya lalu lintas ke Pelaihari akibat kerusakan infrastruktur terdampak banjir.

Kepala Diskopdag Tala H Syahrian Nurdin menyebut harga elpiji melon pada pedagang eceran tembus Rp 40-50 ribu. Bahkan di Kecamatan Kintap mencapai Rp 85 ribu.

Beredarnya elpiji melon pada pedagang eceran juga menjadi pembahasan pertemuan tersebut. Pasalnya distribusi elpiji melon bersifat tertutup yakni pentalurannya melalui pangkalan kepada masyarakat yang berhak yakni masyarakat miskin dan UMKM. Namun fakta saat ini terjadi distribusi terbuka muncul di kios atau pedagang eceran.

Setelah memberikan wejangan 'keras' Wabup Abdi Rahman izin meningalkan pertemuan karena harus menghadiri acara di provinsi di Banjarnasin.

"Pertemuan ini harus tuntas mengatasi masalah distribusi elpiji melon. Ada indikasi-indikasi penyaluran yang tidak sesuai aturan sesuai hasil investigasi di lapangan. Tunggu tanggal mainnya jika masih melakukan hal-hal seperti itu," tegas Wabup.

Ia mengingatkan semua pihak yang terkait dalam penyaluran elpiji melon benar-benar melaksanakan aktivitas sesuai aturan. Apalagi dalam kondisi saat ini, masyarakat terpuruk secara ekonomi akibat pandemi covid-19 disusul terdanpak bencana alam (babnir dan tanah longsor).

Sulitnya mendapatkan elpiji melon di pangkalan karena kerap kosong mulai membuat masyarakat resah. Pasalnya, elpiji melon yang ada pada pedagang eceran harganya melambung tinggi padahal seharusnya hanya Rp 19 ribu sesuai HET (harga eceran tertinggi).
(banjarnasinpost.co.id/idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved