Breaking News:

Kelangkaan Elpiji Kalsel

Kelangkaan Elpiji Kalsel, Satpol PP Tala Razia Pedagang Eceran Elpiji Melon, Sejumlah Tabung Disita

Kelangkaan elpiji Kalsel, tim Monitoring dan Penertiban HET Liquified Petroleum Gas (LPG) subsidi tiga kilogram Pemkab Tanahlaut (Tala), Kalimantan Se

Penulis: Idda Royani | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Kelangkaan elpiji Kalsel, beberapa pedagang pengecer dipanggil dan dimintai keterangannya oleh penyidik Satpol PP dan Damkar Tala, sore kemarin. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kelangkaan elpiji Kalsel, tim Monitoring dan Penertiban HET Liquified Petroleum Gas (LPG) subsidi tiga kilogram Pemkab Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai intens bergerak ke lapangan.

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan Damkar Tala HM Faried Widiyatmoko mengatakan personel telah disebar. Pada Senin misalnya bergerak ke Kecamatan Pelaihari, Tambangulang, Batibati, Bajuin, Batuampar, dan Takisung. Selasa kemarin juga kembali bergerak ke sejumlah tempat.

Mereka mendata keberadaan para pengecer elpiji subsidi atau yang familiar disebut elpiji melon tersebut. Sekaligus mengamankan beberapa tabung elpiji melon.

Beberapa pengecer juga telah dibawa ke kantor Satpol PP dam Damkar di lingkungan kantor bupati di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari. Penyidik Satpol PP memintai keterangan dari mereka, terutama menyangkut asal barang diperoleh dari mana. Namun umumnya masih tertutup.

Pangkalan Elpiji di Tanahlaut Diperingatkan Tak Layani Pedagang Eceran Elpiji 3 Kg dan Patuhi HET

Selesaikan Masalah Harga Tinggi Elpiji 3 Kg di Tanahlaut, Pemkab Tanahlaut Panggil Para Pangkalan

"Bahkan ada satu orang yang vokal dan berkata apa untungnya jika membeberkan asal muasal elpiji melon yang dijual. Hal demikian menjadi catatan khusus kami," sebut Faried, Rabu (10/2/2021).

Kelangkaan elpiji Kalsel, inilah beberapa unit tabung elpiji melon yang diamankan Satpol PP dari pengecer, Selasa sore.
Kelangkaan elpiji Kalsel, inilah beberapa unit tabung elpiji melon yang diamankan Satpol PP dari pengecer, Selasa sore. (Foto Farie untuk banjarmasinpost.co.id)

Ia menegaskan sesuai ketentuan, pendistribusian elpiji melon hanya melalui pangkalan, langsung kepada pemgguna yang berhak yakni masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ditegasknnya, penjualan elpiji melon secara eceran merupakan bentuk penyimpangan pendistribusian. Karena itu pihaknya meminta para pengecer tersebut menandatangani surat pernyataan tidak akan lagi melakoni akrivitas itu karena merupakan aktivitas ilegal.

"Apabila kemudian masih kami dapati tetap menjual elpiji secara eceran, maka seluruh barangnya (elpiji melon) akan kami sita," tegas Faried.

Sesuai intruksi pimpinan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas dalam upaya mengendalikan distribusi dan tata niaga elpiji melon sesuai ketentuan. Dengan begitu harga masyarakat tak kesulitan mendapatkan elpiji melon dan harga yang wajar sesuai HET yakni Rp 19 ribu.

Selasa sore kemarin Satpol PP Tala mendapati satu pengecer bersama barang bukti elpiji melon sebanyak 18 tabung. Barangnya disita dan diamankan di kantor Satpol. Malamnya, pedagangnya dimintai keteranga di kantor Satpol.

"Diduga kuat pengecer itu mendapatkan dari pangkalan karena siangnya dipantau anggota. Target kami saat ini menemukan pangkalan-pangkalan nakal," tandas Faried
(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved