Breaking News:

Berita Banjarmasin

VIDEO Temui Pemilik Kapal LCT di Banjarmasin, Wabup Batola Sampaikan Klarifikasi

Pemilik LCT di Alalak Banjarmasin memaafkan Wabup Batola yang menemui atas tulisan bermasalah di medsos tentang kapal tak perlu angkut truk lagi.

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Upaya duduk bersama antara Wakil Bupati Barito Kuala (Batola), H Rahmadian Noor, dengan H Rani pemilik Kapal LCT penyeberangan di Sungai Alalak, akhirnya terjadi, Rabu (10/2/2021).

Keduanya bertemu di Kantor PT Rannisa 831 di Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Didampingi, Pj Sekda Batola Abdul Manaf dan juga ada jajaran PT Rannisa. 

Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor memenuhi permintaan H Rani untuk bersilaturahmi dan memberikan klarifikasi atas tulisan di medsos.

"Pada intinya ini kesalahpahaman. Saya pun datang ke sini untuk silaturahmi menyampaikan klarifikasi dan maaf. Karena informasi itulah yang membuat semuanya jadi gaduh," ucapnya setelah pertemuan.

Pemilik Kapal LCT Pengangkut Truk di Banjarmasin Tuntut Wabup Batola Minta Maaf

Ia pun menambahkan, di kesempatan tersebut, keduanya menyatukan persepsi untuk sama-sama mengatasi kepentingan dan permasalahan masyarakat luas pada saat ini.

Sementara itu, H Rani selalu pemilik dari Kapal LCT Rannisa menyambut baik kedatangan Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor tersebut.

Ia turut berterimakasih atas tekad baik untuk meredakan kegaduhan yang sempat merebak.

"Intinya di antara kami tidak ada lagi permasalahan. Tidak ada lagi perdebatan. Semoga saja ke depannya lebih baik dari sekarang," ungkapnya.

Setop Kapal LCT Angkut Truk di Alalak Banjarmasin, Begini Kata Kepala Polsek Berangas

Armada Kapal LCT di Alalak Utara Banjarmasin Bertambah Satu, Truk Masih Antre

Sebelumnya, pemilik sempat menghentikan operasional Kapal LCT PT Rannisa 831 itu di Sungai Alalak, Selasa (9/2/2021). 

Penyebabnya, tulisan Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor tentang bila jembatan Mataraman di Kabupaten Banjar sudah mulai beroperasi, maka kapal penyeberangan Alalak Berangas tidak lagi diperlukan.

Namun kemudian, pemilik merasa kasihan kepada banyaknya sopir yang rela antre sangat lama, sehingga akhirnya mengoperasikan lagi Kapal LCT miliknya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

Penulis: Muhammad Tabri
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved