Breaking News:

Berita Kalteng

Warga Sampit Ini Tak Lagi Berolahraga di Bundaran KB Sampit, Udara Tercemar Debu Jalan dan Angkutan

Seputaran Bundaran KB Sampit di simpang jalan HM Arsyad Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tampak berdebu dari aspal rusak.

banjarmasinpost.co.id/Fathurahman
Truk CPO saat melintas di Bundaran KB Sampit di Jalan HM Arsyad Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (10/2/2021) 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Seputaran Bundaran KB Sampit di simpang jalan HM Arsyad Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tampak berdebu dari aspal rusak dilintasi kendaraan, Rabu (10/2/2021) pagi.

Bundaran KB Sampit ini  dulunya menjadi kawasan bersantai sekaligus olahraga bagi sebagian warga Mentaya di waktu pagi maupun sore harinya.

Mereka ada yang olahraga jogging atau lari pagi atau sore, ada pula jalan sehat, karena saat itu jalan masih sepi dari armda truk crude palm oil (CPO) dan truk angkutan barang lainnya.

Namun setelah jalan lintas atau lingkar selatan dibuka, banyak truk CPO dan angkutan petikemas yang melintasi simpang jalan Bundaran KB Sampit  sehingga jalan lebih berdebu sehingga membuat udara tak lagi sehat.

Karateka Junior Sampit Kalteng, Latihan Sejak Usia Dini Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak

Narkoba di Kalteng, Buruh Pengedar Sabu di Sampit Kotim Dibekuk, Barbuk Sabu 8,18 Gram Diamankan

Menteri Pertanian Kunjungi Kabupaten Banjar, Bantu 10 Truk Sembako dan Benih Padi Petani

Kondisi tersebut, juga membuat warga yang biasanya sore hari bersantai di taman bundaran KB  Sampit saat ini tampak tidak lagi terlihat.

Itu karena debu jalanan yang kian pekat mencemari udara sekitar setelah banyak lalu lalang truk angkutan.

Beberapa warga , seperti Haris, warga Jalan Kembali Sampit, biasanya dulu berolahraga di kawasan tersebut.

Tapi Haris mengaku merasa takut ketika melakukan olahraga di seputaran bundaran KB Sampit, udaranya dirasakan tidak sehat dan berdebu. Juga rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

"Memang dulunya saya dan kawan-kawan sering olahraha pagi dan sore untuk jogging dan jalan santai. Tapi sekarang sudah tidak lagi aktivitas bersama, karena udara tidak lagi sehat, berdebu juga asap knalpot truk yang hitam tidak sehat jika dihirup," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved