Imlek 2021
IMLEK 2021 Dirayakan Besok, Saatnya Sembahyang Leluhur Sambut Hari Raya Imlek 2572 dan Cap Go Meh
orang Tionghoa dengan kepercayaan Konghucu biasanya melakukan sembahyang kepada leluhur menjelang Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh
Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Tahun Baru Imlek 2021 tentunya dirayakan dengan penuh doa agar menjadi tahun yang lebih menguntungkan.
Besok, Jumat tanggal 12 Februari, Hari Raya Imlek 2021 atau Imlek 2572 dirayakan dan kali ini merupakan tahun Kerbau Logam.
Umumnya perayaan seperti ini diisi dengan ucapan-ucapan untuk keluarga dan rekan terdekat yang ikut merayakan Tahun Baru Imlek 2021.
Sementara itu orang Tionghoa dengan kepercayaan Konghucu biasanya melakukan sembahyang kepada leluhur menjelang Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh.
• Peruntungan Nasib Jelang Imlek 2021, Ramalan Shio Hari Ini 11 Februari 2021: Shio Tikus Amsyong
• Besok Imlek 2021, Inilah 60 Ucapan Selamat Imlek 2572 yang Bisa Jadi Status di Media Sosial
• IMLEK 2021, 9 Shio Diramalkan Untung di Tahun Baru Imlek 2571, Siap-siap Ada Promosi Jabatan, Gaji?
Dalam buku “Hari-Hari Raya Tionghoa” yang ditulis Marcus A.S terbitan Suara Harapan Bangsa, orang Tionghoa memiliki pepatah sebagai berikut:
“Jika kita minum air, maka kita harus selalu ingat kepada sumbernya.”
Apabila dikaitkan dengan kehidupan manusia, kehidupan yang tengah dijalani tidak akan ada jika tidak berasal dari leluhur.
Dengan begitu, manusia harus tetap mengingat dan bersyukur akan kehidupan yang dijalani dengan memberi penghormatan kepada para leluhur.
Pengertian leluhur dalam kepercayaan orang Tionghoa tidak selalu soal kakek dan nenek moyang, namun mencakup keturunan yang lahir sebelum orang tersebut termasuk ayah dan ibu.
Umat Konghucu dan Buddha percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian. Hal tersebut juga menjadi alasan mengapa ada sembahyang leluhur.

Sembahyang leluhur tidak hanya dilakukan untuk menghormati dan mendoakan arwah leluhur yang dikenal, tetapi juga yang tidak dikenal secara langsung. Namanya adalah Sembahyang Rebutan.
Namun, ada juga yang menyebutnya Sembahyang Cio-ko pada bulan tujuh (Cit-gwee). Sementara dalam ajaran Buddha, sembahyang tersebut dikenal dengan upacara Ulambana.
Dalam kebudayaan Tionghoa, khususnya mereka yang memegang kepercayaan Konghucu, sembahyang leluhur merupakan hal yang wajib untuk dilakukan.
Beberapa orang Tionghoa masih memiliki altar sembahyang dalam rumah yang disebut sebagai Meja Abu.
Barang-barang yang terdapat di atas Meja Abu antara lain adalah papan arwah, dupa dan lilin, uang kertas, serta makanan dan minuman.
Hidangan yang disajikan oleh setiap orang Tionghoa memiliki variasi yang berbeda yang juga disesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing.