Breaking News:

Bumi Sanggam

Tujuh Desa di Kabupaten Balangan Mulai Berlakukan PPKM Berbasis Mikro

Pos PPKM di Kabupaten Balangan, di Desa Papuyuan, Desa Mantimin, Desa Mayanau, Desa Bihara, Desa Binjai Punggal, Desa Marias, Desa Paringin Timur.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Alpri Widianjono
DISKOMINFO KABUPATEN BALANGAN
Kepala Polres Balangan, AKBP Nur Khamid, menjelaskan tentang PPKM Berbasis Mikro di Posko PPKM Kelurahan Batupiring, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Balangan tetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di tujuh desa dan satu kelurahan. 

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Balangan, Akhriani, mengatakan, kegiatan PPKM berbasis Mikro merupakan upaya Pemkab Balangan untuk meminimalisir penyebaran Covid 19. 

"Di Kabupaten Balangan ada tujuh desa dan satu kelurahan, jadi totalnya delapan. Sudan ada posko kelurahan Batu Piring, selanjutnya akan disusul oleh desa-desa yang akan didirikan posko," ucap Akhriani,  Kamis (11/2/2021).

Tujuh desa yang akan didirikan posko, Desa Papuyuan, Kecamatan Lampihong, Desa Mantimin, Kecamatan Batumandi, Desa Mayanau, Kecamatan Tebing Tinggi, Desa Bihara Kecamatan Awayan, Desa Binjai Punggal Kecamatan Halong, Desa Marias Kecamatan Juai, dan Desa Paringin Timur Kecamatan Paringin.

Akhriani menyampaikan, ini adalah instruksi langsung dari pemerintah pusat. Dalam hal ini Kapolri dan Kemendagri.

"Jadi, kami di Kabupaten Balangan selalu melakukan sinergitas, kami dari pemda dalam hal ini beberapa kepala dinas terkait, dan dibantu TNI-Polri dalam melaksanakan kegiatan ini," jelasnya.

Akhriani berharap, dalam pelaksanaan PPKM yang berlangsung hingga 22 Februari, dapat berlangsung semaksimal mungkin.

"Outputnya nanti diharapkan terjadi penekanan angka penyebaran Covid 19 di Kabupaten Balangan," harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Balangan AKBP Nur Khamid menjelaskan, untuk desa yang diberlakukan PPKM, sudah ditentukan di masing-masing kecamatan.

"Sesuai dengan instruksi tujuh hari ke belakang, kami hitung dari tanggal 1 di mana angka positif yang tinggi, itu yang diterapkan PPKM," terangnya.

Kemudian, AKBP Nur Khamid menjelaskan selanjutnya kegiatan ini akan dievaluasi apakah sudah tepat sasaran.

Apabila di tataran RT ternyata banyak yang Covid-19, maka wilayah itu akan dilockdown. (aol/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved