Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Beri Insentif Penurunan Tarif PPnBM Mobil Mulai Maret 2021, Ini Tanggapan Bakeuda Kalsel

Pemerintah akan berikan insentif fiskal penurunan tarif PPnBM kendaraan bermotor atau mobil. Rencananya insentif mulai diberlakukan pada Maret 2021

banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Perpajakan Daerah (P3D) Bakeuda Kalsel, Rustamaji 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemerintah akan berikan insentif fiskal penurunan tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor atau mobil. Rencananya insentif ini mulai diberlakukan pada Maret 2021. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menyiapkan insentif penurunan PPnBM kendaraan bermotor segmen kendaraan CC di bawah 1500 untuk kategori sedan dan 4x2.

Menurut dia, relaksasi PPnBM dapat meningkatkan kekuatan daya beli masyarakat dan memberikan jumpstart perekonomian. Targetnya pertumbuhan industri otomotif local purchase kendaraan bermotor di atas 70 persen. 

"Harapannya dengan insentif yang diberikan bagi kendaraan bermotor ini, konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah atas akan meningkat," ujar Airlangga dalam keterangan resminya, Jumat (12/2/2021) di Jakarta seperti yang dikutip Kompas.com. 

Baca juga: Yuk Service Barang Elektronik & Cuci Baju Gratis di Handil Bakti Batola, Berlaku Hingga 15 Februari

Baca juga: 20 Menit Tarik-Menarik dengan Buaya, Pria Ini Berjuang Selamatkan Suniah Sebelum Diseret ke Sungai

Baca juga: 138 Korban Banjir Kalsel di Banjarbaru Minta Penangguhan Pembayaran Air Bersih, Begini Respon PDAM

"Sehingga harapannya meningkatkan utilisasi industri otomotif dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini," tambahnya.  

Menanggapi kebijakan tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Perpajakan Daerah (P3D) Bakeuda Kalsel, Rustamaji, dihubungi Jumat (12/2/2021) bersyukur jika benar kebijakan itu kemudian diadakan pemerintah pusat ke daerah. 

"Alhamdulillah, kalau ini terealisasi, maka animo masyarakat dan pelaku usaha terhadap permintaan kendaraan bermotor baru diperkirakan semakin meningkat," sambut Rustamaji

Menurut Rustamaji, dampak positif kebijakan itu terhadap pendapatan Pajak Daerah, khususnya penerimaan komponen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), tumbuh positif.

Dijelaskan Rustamaji, bahwa sejauh ini untuk meningkatkan animo masyarakat untuk terealisasi bayar pajak cukup sulit dan memerlukan upaya rangsangan. 

Halaman
123
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved