Breaking News:

Berita Tanahlaut

VIDEO Tala Dukung Penuh Gerakan Revolusi Hijau, Ribuan Bibit Ulin Ditanam

Gerakan revolusi hijau hari ini ditandai dengan penanaman 10 ribu pohon ulin di penjuru Kalbanyaksel. di Tala, penanaman ulin sebanyak 1.800 pohon

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Gerakan Revolusi Hijau yang digelorakan Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan didukung penuh Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala).

Secara serentak, Jumat (12/2/2021) hari ini dilakukan penanaman 10 ribu batang bibit  Ulin di seluruh penjuru wilayah di Kalsel. Termasuk di Kabupaten Tala.

Tala mendapat jatah sebanyak 1.800 batang bibit kayu ulin. Secara simbolik beberapa batang pohon ulin ditanam di area Hutan Kota di belakang kantor bupati di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari.

Kegiatan itu dihadiri Bupati Tala H Sukamta, Wabup Abdi Rahman, Forkominda Tala, Ketua DPRD Muslimin, Ketua Pengadilan Negeri Pelaihari Ita Widyaningsih, Sekda Tala H Dahnial Kiflie, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tala Rahmad Riansyah, dan pihak lainnya.

Sukamta menyatakan apresiasinya dan menegaskan pemerintahannya siap mendukung Revolusi Hijau tersebut. Gerakan tersebut sangat positif dalam upaya bersama menyelamatkan lingkungan agar tetap lestari.

Penghijauan juga sangat diperlukan guna menjaga dan mengamankan daerah aliran sungai (DAS). Di Tala ada empat DAS yaitu Kintap, Asamasam, Tabanio, dan Sabuhur dan semunya perlu dihijaukan agar DAS tetap berfungsi secara baik.

Risiko bencana alam seperti banjir dapat dicegah atau setidaknya diminimalisasi melalui penghijauan yang masif sehingga permukaan tanah tertutup oleh banyaknya tegakan pohon sebagai penyerap dan penahan air hujan.

Aplagi bibit yang ditanam pada gerakan Revolusi Hijau adalah kayu ulin yang merupakan tanaman khas Kalimantan dan populasinya kian menyusut. Karenanya perlu dilestarikan dan diperbanyak guna menghindari kepunahan.

"Sekaligus menjadi edukasi bagi generasi penerus agar tahu tentang ulin. Tentang penaman RS Ulin. Sangat bisa jadi kelak ada yang bertanya ulin itu apa karena saking tidak tahunya," sebut Sukamta.

Sementara itu Kepala KPH Tala Rahmas Riansyah beharap bibit kayu ulin yang diberikan kepada pemerintah daerah setempat selanjutnya juga dapat ditanam di area perkantoran. Juga di ruang terbuka hijau.

"Ulin merupakan tumbuhan endemik yang sudah hampor punah sehingga penting dilestarikan. Generasi muda sangat penting mengenali sejak dari tanaman," sebutnya.

Pihaknya berharap seluruh masyarakat dan stakeholder di Tala terus membiasakan kegemaran menanam pohon demi hijaunya lingkungan untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.(Banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved