Breaking News:

Berita HST

VIDEO Jembatan Putus Akibat Banjir Bandang di Desa Haliau Kabupaten HST

Jembatan gantung putus akibat banjir bandang di Desa Haliau, Kabupaten HST, Provinsi Kalsel, membuat petani sulit membawa karetnya ke seberang sungai.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono

Menurut Arifin, tak hanya warga Desa Haliau yang menggunakan jembatan gantung tersebut.

Ada 10 kampung, sebut dia, setiap hari melewati Jembatan gantung di Haliau HST yang putus tersebut.

Sebelum bencana, bisa langsung mengendarai sepeda motor sampai ke lokasi kebun karet.

Baca juga: Atasi Krisis Air Bersih, Tiap Hari PMI HST Distribusikan Ribuan Liter ke Desa Terparah

Baca juga: Barabaimuda Bangun Huntara untuk Korban Banjir HST Kalsel

Sekarang, mereka berjalan kaki. Sedangka sepeda motor, diparkir di sekitar rumah Arifin yang berada di dekat ujung jembatan.

“Pemerintah, dalam hal ini DInas PUPR HST sudah memantau dan menyurvei ke sini. Semoga saja cepat dibangun jembatan baru yang lebih kokoh., Sebab penggunanya banyak, tak hanya warga Desa Haliau,” harap Arifin lagi.

Dijelaskan, di seberang jembatan yang putus ada dua rumah warga dan rumah tersebut hancur. “Sekarang pemilik rumahya masih mengungsi,” imbuhnya.

Banjir bandang menerjang Desa Haliau, Kamis, 14 Januari 2021, sekitar pukul 00.00 Wita. Saat itu, warga sedang terlelap tidur.

Baca juga: Tiga Universitas di Kalimantan Bantu Pemulihan Pasca Bencana di Kabupaten HST

Masih kata Arifin, saat detik-detik sebelum bencana itu, dirinya mengetahui air sungai meluap setelah mendengar teriakan dari sumber suara di sekitar jembatan.

“Setelah keluar rumah, saya langsung menuju masjid dan mengumumkannya melalui pengeras suara. Warga di sini langsung mengungsi, tak mikir menyelamatkan barang lagi,” katanya.

Sedangkan jembatan tersebut ambruk, di hari yang sama saat terjadi bencana, sekitar pukul 05.00 Wita.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved