Breaking News:

Banjir di Kalsel

VIDEO Sebulan Berlalu, Banjir Masih Genangi Sejumlah Desa di Kabupaten Batola

Desa yang masih dilanda banjir di Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Batola, yakni Jejangkit Muara, Jejangkit Pasar, Jejangkit Barat dan Jejangkit Timur.

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Bencana banjir di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, masih dirasakan warganya.

Seperti di sejumlah kawasan di Kabupaten Barito Kuala (Batola), sekitar sebulan terakhir, banjir masih menggenanginya.

Di antaranya, di Kecamatan Jejangkit Kabupaten Batola, yakni di Desa Jejangkit Muara, Jejangkit Pasar, Jejangkit Barat dan juga Desa Jejangkit Timur.

Ketinggian debit air antara 10 hingga 30 sentimeter. Sebagian rumah warga dan jalan masih terendam. Kondisi yang demikian, menghambat aktivitas warga setempat.

Baca juga: Batola Perpanjang Tanggap Darurat Banjir, Posko Induk Bergeser ke Marabahan

Baca juga: Akibat Terendam Banjir, Kebun Jeruk di Karang Indah Batola Mulai Mati

Diungkapkan Mahfudin, seorang warga Desa Jejangkit Timur, Jalur 7, kedalaman air memang sudah menurun sekitar 30 hingga 40 sentimeter. Namun, kebanyakan warga belum bisa beraktivitas seperti biasa.

Paling vital, yaitu akses jalan yang sulit dilewati masyarakat. Karena di beberapa ruas jalan, masih digenangi air yang cukup dalam. 

"Saya usaha jualan pentol. Kalau jalan tidak bisa dilewati, ya tidak ada usaha lain sementara ini," beber Mahfudin kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (13/02/2021). 

Ayak dua anak ini pun baru dua hari menghuni rumahnya lagi, setelah mengungsi selama 20 hari di Desa Bahalayung, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Batola.

Baca juga: Peduli Warga Terdampak Banjir di Batola, Jamaah Musala Ass Salam PDAM Bandarmasih Salurkan Sembako

Baca juga: Banjir di Kalsel, Gabungan ASNI, Repnas dan Perdami Bantu Korban Banjir di Batola

Serupa dengan Mahfudin, meski sudah dapat menghuni rumah kembali, Eko warga Desa Jejangkit Timur jalur 6, bingung tidak ada pendapatan karena masih terkendala banjir.

Ia mengaku belum bisa bekerja seperti biasa di perusahaan perkebunan kelapa sawit di dekat rumahnya. 

Ia pun berharap tetap ada bantuan untuk keperluan sehari-hari selama banjir ini masih berlangsung.

"Ya kalau bisa, ada bantuan. Karena, kami masih belum punya penghasilan, jika belum bekerja ini," ucap Eko.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

Penulis: Muhammad Tabri
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved