Breaking News:

Banjir di Kalsel

Banjir Kalsel di Batola Belum Seluruhnya Surut, 5920 Jiwa Korban Banjir Masih Mengungsi

Ribuan pengungsi korban banjir di Batola belum pulang ke rumah. Hingga kini, rumah mereka masih terendam banjir

banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri
Relawan sedang menyiapkan santap siang di dapur umum posko induk penanganan banjir di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Senin (15/2/2021). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Meski telah mengalami penurunan permukaan air sekitar 30 hingga 40 senti meter, ribuan pengungsi korban banjir di Batola belum pulang ke rumah. 

Hal ini dikarenakan sebagian kawasan yang terdampak banjir masih digenangi air. Sehingga masih menghambat aktivitas warga. 

Menurut data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola, setidaknya ada 5000 jiwa lebih masih mengungsi.

Baik di rumah sanak keluarga, maupun posko yang disiapkan pemerintah setempat. 

Baca juga: Peduli Warga Terdampak Banjir di Batola, Jamaah Musala Ass Salam PDAM Bandarmasih Salurkan Sembako

Baca juga: Banjir Kalsel 2021, Kondisi Banjir Berangsur Surut, Pengungsi Banjir di Batola Balik Pulang ke Rumah

Baca juga: Banjir Rusak Lahan Pertanian, Warga Alalak Batola Minta Bantuan Bibit ke Komisi Satu DPRD Kalsel

"Berangsur-angsur, warga terdampak sudah kembali ke kediaman mereka. Pengungsi tersisa 5.920 jiwa yang tersebar di beberapa kecamatan," terang Sumarno, Kepala BPBD Batola. Senin (15/02/2021). 

Adapun sejumlah kecamatan yang masih terdapat pengungsi di antaranya Kecamatan Marabahan 104 jiwa, Rantau Badauh1.565 jiwa, Cerbon 40 jiwa, Mandastana1499 jiwa, Jejangkit 1.025 jiwa.

Kemudian, Bakumpai 189 jiwa, Wanaraya138 jiwa, Belawang 615 jiwa, Alalak 157 jiwa, Anjir Muara 17 jiwa, Anjir Pasar 10 jiwa, Tamban 365 jiwa, Barambai 12 jiwa dan Tabunganen 188 jiwa. 

Baca juga: VIDEO Sebulan Berlalu, Banjir Masih Genangi Sejumlah Desa di Kabupaten Batola

Untuk memenuhi keperluan warga yang masih di pengungsian maupun di rumah terdampak, pihak BPBD dan Dinas Sosial Batola tetap memberikan pelayanan. Terutama keperluan logistik maupun layanan kesehatan. 

"Melalui koordinasi camat kita tetap berikan pelayanan selama status tanggap darurat banjir ini hingga 26 Februari nanti," pungkas Sumarno. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri) 

Penulis: Muhammad Tabri
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved