Breaking News:

Berita Tanahlaut

Bupati Tanahlaut Larang Pegawainya Gunakan Elpiji Melon, Membandel Tunjangan Dipotong

Bupati Tanahlaut, H Sukamta melarang pegawainya menggunakan elpiji 3 kg subsidi karena elpiji melon khusus diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
Masyarakat Kota Pelaihari antusias menukar elpiji melon ke elpiji pink kemasan 5,5 kilogram, Senin (15/2/2021) 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Bupati Tanahlaut, H Sukamta melarang pegawainya menggunakan elpiji 3 kg subsidi karena elpiji melon khusus diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Pasalnya bahan bakar gas yang kerap disebut elpiji melon tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karena itu, Sukamta melarang kalangan pegawai pemerintahannya menggunakan elpiji melon. Saksi tegas dipastikannya bakal diterapkan bagi yang bandel atau tetap menggunakan elpiji subsidi tersebut.

"Kalau ketahuan masih menggunakan elpiji melon, tunjangan TPP (Tambahan Penghasilan PNS)-nya akan saya potong 50 persen," tegas Sukamta.

Baca juga:  Jokowi Dikabarkan Resmikan Bendungan Tapin Kalsel , Balai Wilayah Sungai Sebut Belum Ada Kepastian

Baca juga: Selidiki Pengadaan Kursi, Kejari Tanbu  Telah Panggil 40 Kades, 14 Puskesmas dan 10 Camat

Baca juga: Pemancing Ramai di Sekitar Dermaga Habaring Hurung Sampit

Ia lantas mencontohkan, TPP pejabat eselon II di Tala sebesar Rp 17 juta. Artinya, jika ngeyel dan ketahuan lalu dikenai sanksi tersebut, maka sama halnya harga elpiji tersebut senilai Rp 8,5 juta.

Kalangan pegawai, sebut Sukamta, tak pantas menggunakan elpiji melon. Karena itu ia mengintruksikan bagi yang masih menggunakan agar secepatnya menghanti atau mengonversi ke elpiji nonsubsidi kemasan 5,5 kilogram atau 12 kilogram.

Orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini mengatakan sebagai umat beragama, haram menggunakan barang yang bukan menjadi hak. Elpiji melon adalah hak masyarakat miskin dan pelaku UMKM.

Sukamta menegaskan termasuk pendusta agama jika orang yang mampu tetap menggunakan elpiji melon. Ayat suci Alquran secara jelas tegas menyatakan orang yang mampu harus memberi makan fakir miskin dan anak yatim. 

"Kalau tidak bisa melakukan hal itu, setidaknya jangan mengambil hak mereka, jangan menggunakan elpiji  melon," tandasnya.

Pemkab Tala bekerjasama dengan PT Pertamina dan agen (PT Ditamus Lautan Biru) saat ini kembali melaksanakan konversi tersebut. Launching-nya digelar, Senin (15/2/2021) pagi di halaman Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, atau di teras samping kantor Satpot PP dan Damkar Tala.

Sebanyak 200 tabung elpiji pink yang disiapkan pihak agen. Masyarakat Tala pun cukup antusias.

(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved