Breaking News:

Berita Tanahlaut

Konversi Elpiji Melon ke Elpiji Tabung Pink Serentak Seluruh Kecamatan di Kabupaten Tanahlaut

Konversi elpiji 3 Kg atau elpiji melon ke elpiji tabung pink 5,5 kg dilakukan serentak seluruh kecamatan di Kabupaten Tanahlaut.

banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
Masyarakat Kota Pelaihari antusias menukar elpiji melon ke elpiji pink kemasan 5,5 kilogram, Senin (15/2/2021) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Konversi elpiji 3 Kg atau elpiji melon ke elpiji tabung pink 5,5 kg dilakukan serentak seluruh kecamatan di Kabupaten Tanahlaut.

Lebih dari itu ke seluruh penjuru wilayah Tala. "Konversi ini serentak ke semua kecamatan, namun pelaksanaannya bertahap," ucap Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) Tala H Syahrian Nurdin, Senin (15/2/2021).

Konversi tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan pihak agen elpiji PT Ditamus Lautan Biru yang berada di Desa Lianganggang, Kecamatan Batibati.

Tahap awal saat launching di halaman Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, persisnya di teras samping kantor Satpol Pp, sebanyak 200 tabung.

Baca juga: PDAM Bandarmasih Gelar Syukuran HUT ke-48, Begini Harapan Wali Kota Banjarmasin

Baca juga: Dilantik Tito Karnavian Jadi PJ Gubernur, Putra Aceh Ini Ditugaskan Tekan Angka Covid-19 Kalsel

Baca juga: Bupati Tanahlaut Larang Pegawainya Gunakan Elpiji Melon, Membandel Tunjangan Dipotong

Syahrian mengatakan konversi tersebut dilakukan menyikapi mahalnya harga elpiji melon eceran yang tembus Rp 40-50 ribu per tabung, bahkan di Kecamatan Kintap hingga Rp 85 ribu.

Ditegaskannya, seiring program konversi tersebut, elpiji melon dilarang dijual di warung-warung atau kios eceran. Pasalnya pendistribusian elpiji melon bersifat tertutup yakni di pangkalan.

Masyarakat tetap diperkenankan berjualan elpiji secara eceran, tapi yang nonsubsidi yakni kemasan 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

"Bagi masyarakat miskin dan UMKM yang ingin mendapatkan elpiji melon, silakan ke pangkalan dan harganya sesuai HET yaitu Rp 19 ribu," tandas Syahrian.

Sementara itu pihak agen menyatakan kesiapannya mendukung program konversi tersebut. "Setok elpiji nonsubsidi di Pertamina cukup, tidak perlu khawatir," ucap Sadiq, direktur PT Ditamus Lautan Biru (agen elpiji).

Ia mengatakan saat ini sekitar 90 persen pamgkalannya juga telah menyediakan elpiki nonsubsidi. Karena itu masyarakat Tala tak perlu khawatir, tidak akan kesulitan mendapatkan gas nonsubsidi tersebut.

Harga isi ulang elpiji 5,5 kilogram, jelasnya, sekitar Rp 75 ribu. Sedangkan tabung baru Rp 320-350 ribu.

"Kalau isi ulang elpiji 12 kilogram Rp 160-170 ribu, kalau yang baru Rp 450-480 ribu per tabung," jelas Sadiq.

(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved