Breaking News:

Geliat Usaha Ikan Hias di Banjarbaru

Penjual di Banjarbaru Sebut Louhan Golden Red Paling Dicari, Harganya Rp 1,5 Juta

Penjual Louhan Golden Red di Kota Banjarbaru sebut ikan hias jenis ini di usia 1 tahun bagus warnanya karena tubuh merah semua sehingga harganya mahal

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Ikan hias jenis louhan yang dijual, di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kecil si cabai rawit. Demikian Dicky, penjual ikan hias di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Louhan kecil, ukuran dua sampai tiga jari, harganya jualnya cukup tinggi, hingga Rp 500.000.

"Kenapa mahal, karena ada marking hitam di tengah yang lurus," kata Dicky kepada Banjarmasinpost.co.id.

Namun, tidak hanya ikan louhan jenis itu, dia juga menjual louhan jenis SRD, kecil dan besar. Louhan Golden Base.

Baca juga: Pembudidaya Ikan Guppy Asal Keraton Martapura Banjar Ini Raup Penghasilan Rp 1 Juta Seminggu

Baca juga: VIDEO Budidaya Ikan Hias, Bisnis Menjanjikan di Tengah Pandemi Covid-19

Dan yang paling mahal untuk jenis louhan adalah Louhan Golden Red. Di konter ini, paling mahal dijual Rp 700.000 hingga Rp 800.000.

"Ini masih dewasa. Beberapa bulan lagi dan kalau sudah merah, harganya sudah Rp 1 juta. Jenis louhan ini paling banyak dicari. Kalau sudah 1 tahun lebih usianya, bisa mencapai Rp 1,5 juta lebih," sebut Dicky.

Owner toko ikan hias, Roy Amazon, mengatakan, ada banyak koleksi ikan hias yang dijualnya.

Rata-rata peminatnya sekarang sangat tinggi. Mulai dari, arwana, louhan, cupang hingga guppy.

Baca juga: Tempat Budidaya Ikan Hias di Banjarmasin Ini Juga Sediakan Aquascape dan Peralatan Akuarium

"Ikan hias, ramai sekarang. Karena selama pandemi masyarakat diimbau untuk tetap di rumah, akhirnya banyak mencari hiburan baru. Salah satunya, memelihara ikan hias," katanya.

Diketahui, louhan merupakan salah satu ikan hias terkenal yang dipelihara di dalam akuarium.

Sebabnya, warna sisik serta benjolan di kepala yang berbentuk khas berjuluk "benjol kelam".

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved