Breaking News:

Banjir di Kalsel

Sawah Terendam Banjir Kalsel, Pemuda Desa Lok Baintan Ini Kini Bikin Perahu untuk Buat Biaya Hidup 

Banjir yang merendam kawasan Lok Baintan Sungai Tabuk membuat sawah warga sebagian besar tergenang. Nurdin pun kini menekuni kerajinan mebuat perahu

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Hari Widodo
banjamasinpost.co.id/Mukhtar wahid
Nurdin, petani Desa Lok Baintan Luar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel dengan perahu atau jukung buatannya, Senin (15/2/2021). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Nurdin adalah sosok kepala keluarga yang tangguh menghadapi bencana  alam banjir yang meredam pertanian dan kawasan tempat tinggalnya.

Warga Desa Lok Baintan Luar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) adalah petani padi.

Bibit padi yang ditanamnya selama ini jenis lokal. Padi lokal itu sudah dipanennya, setiap tahun satu kali dipanen.

"Penghasilan utama saya bertani padi," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Senin (15/2/2021). 

Baca juga: Menteri Pertanian Kunjungi Kabupaten Banjar, Bantu 10 Truk Sembako dan Benih Padi Petani

Baca juga: Persemaian Padi Rusak Terdampak Banjir, Bupati Tala Pastikan Bantu Sediakan Benih Unggul

Nurdin mengaku memilih bertani karena Letak lahan persawahan padi miliknya berada di samping rumahnya.

"Itu lahan padi saya terendam semua," katanya menunjuk lahan di samping rumahnya.

Wilayah Desa Lok Baintan baru satu pekan ini yang kering. Itupun hanya di akses jalan desa.

Lingkungan rumah dan lahan pertanian serta sayuran masih tergenangi air banjir yang melanda wilayahnya itu selama satu bulan lebih.

Kini lahan tamanan padi dan sayuran miliknya yang terendam sebagai besar mati.

Nurdin tertolong usaha sambilan, yaitu sebagai perajin perahu kecil.
Warga setempat menyebut jukung kayuh.

Nurdin mengaku sudah bertahun-tahun membuat jukung sambil menunggu masa tanam dan masa panen padi miliknya.

"Sudah lupa berapa perahu yang saya buat. Saya jual satu unit perahu Rp 1,5 juta," katanya.

Baca juga: Bibit Padi Tenggelam Terendam Banjir, Ratusan Hektare Sawah di Handilnegara Terancam Tak Tertanami

Pasca bencana banjir di Desa Lok Baintan Luar, Nurdin memilih menekuni membuat perahu untuk mencukupi keperluan dapur rumah tangganya.

"Pembeli perahu dari berbagai daerah, paling banyak warga desa sekitar sini untuk berjualan di Pasar Terapung," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved