Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Kardus dan Botol Bekas Bikin Pengumpul Barang Bekas di Trikora Banjarbaru Ini Raup Puluhan Juta

Kardus dan botol bekas yang dicampakan kebanyak orang, bagi Andre justru menjadi bisnis yang membuat dia meraup puluhan juta rupiah. 

Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Andre dan kardus bekas dan botol bekas digudang kerjanya, Senin (15/2/2021). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Barang bekas yang dicampakan kebanyak orang, bagi Andre justru menjadi bisnis yang membuat dia untung puluhan juta rupiah. 

Ya, Andre merupakan pengumpul kardus bekas dan botol bekas, di Jalan Trikora Banjarbaru.

Usaha yang kini mengantarkan pada kehidupan mapan itu,dirintisnya dnegan memulai bisnis mencari kardus bekas dan botol bekas  sudah sejak 2017. 

"Awalnya, belajar dari teman yang sudah sukses lebih awal dan kemudian belajar dan dikembangkan  dan akhirnya bisa sampai saat ini," kata Andre, kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (15/2/2021). 

Andre berujar untuk Omzet sebagian pengepul kardus bekas dan botol bekas itu dalam satu bulan bisa sampai Rp 250 juta.

Baca juga: Kreativitas Siswi MAN 1 Tabalong Ini Bikin Kagum, Barang Bekas Didesain Jadi Ornamen Menarik

Baca juga: Kalselpedia: Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Banjarbaru Mampu Ubah Barang Bekas Jadi Lampu Hias

"Kalau untuk laba bersih sekitar puluhan juta saja, namun tidak sampai Rp 50 juta per bulan. Ya lumayan laah," tandasnya. 

Jika orang datang ke workshop pengepresannya, ia menghargai pemulung yang datang Rp 2500 per kilogram kardus bekas.

Diterangkannya harganya bisa fluktuatif terendah sebelumnya sempat Rp 1500 per kilo dan yang tertinggi sempat Rp 3000 per kilo. Sedangkan, botol bekas dihargai Rp 3500 per kilogram. 

"Harga ditentukan oleh pabrik di Surabaya atau Jakarta. Kebetulan sekarang, untuk botol bekas pas lagi turun, kalau kardus ini posisi pas naik harganya," kata Andre 

Dijelaskan dia, baik bahan kardus bekas dan botol bekas akan diurai menjadi bahan serupa yang kemudian diperbaharui oleh Pabrik di Surabaya. 

Dijelaskan Andre, dalam satu kali antar ke Surabaya dalam seminggu itu bisa sampai 24 ton dalam satu kontainer. 

"Alhamdulillah ketika musim hujan Covid-19 ini harga tetap stabil dan tidak terpuruk," kata dia. 

Baca juga: Penampakan Lampu Hias dari Barang Bekas Hasil Kreasi Bank Sampah HSS, Terlihat Mewah saat Dipajang

Dalam prosesnya di tempat pengepresan, Andre harus mengepres kardus dan kaleng bekas tersebut biar padat dan hasilnya sudah melalui proses penilaian botol mana yang putih dan transparan. Termasuk juga kardus dipilih pilih yang masuk yang tidak. 

"Karena kadang ada kardus yang dicampur dengan bahan lain agar si Pengumpul bisa ambil untung karena tambah berat. Jadi harga pun disesuaikan dengan kondisi nya. Kalau campuran ya makin berkurang harganya," tandas Andre. (banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda) 

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved