Breaking News:

Bumi Antaludin

Komandan Kodim 1003/Kandangan Terima Suntikan Vaksin Sinovac Tahap Kedua

Vaksinasi Covid-19 kepada Dandim 1003/Kandangan tahap pertama pada 2 Februari 2021 bersama pimpinan forkopimda Kabupaten HSS dan tidak ada efek apapun

DISKOMINFO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
Petugas medis periksa suhu tubuh Komandan Kodim 1003/Kandangan, Letkol Arm Dedy Soehartono, sebelum memberi vaksin tahap kedua di ruang kerjanya di Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, Selasa (16/2/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Komandan Kodim 1003/Kandangan, Letkol Arm Dedy Soehartono, mendapat suntikan vaksin Covid-19 tahap kedua di ruang kerjanya, Selasa (16/2/2021).

Suntikan vaksin tahap kedua ini dilakukan, setelah tahap pertama pada 2 Februari 2021 bersama pimpinan forkopimda Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan.

Dikatakan Letkol Arm Dedy Soehartono, setelah menerima vaksin Sinovac selama 14 hari yang lalu tidak menimbulkan efek negatif bagi kesehatannya.

Ia mengatakan, vaksin justru membuat tubuh semakin segar.  Hal ini karena dengan vaksin membuat tubuh kebal terhadap virus corona.

“Vaksin Sinovac ini aman dan halal, serta tidak berefek buruk bagi penggunannya. Sebagai bukti, saya sudah vaksin dan sampai saat ini tidak terjadi apa-apa. Harapan ke depan, seluruh masyarakat tidak ada keraguan lagi terhadap adanya pemberian vaksin," ujarnya.

Sebelum vaksinasi tahap kedua, petugas memeriksa suhu tubuh Komandan Kodim 1003/Kandangan, Letkol Arm Dedy Soehartono, di ruang kerjanya, di Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, Selasa (16/2/2021).
Sebelum vaksinasi tahap kedua, petugas memeriksa tensi Komandan Kodim 1003/Kandangan, Letkol Arm Dedy Soehartono, di ruang kerjanya, di Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, Selasa (16/2/2021). (DISKOMINFO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN)

Ia juga mengimbau agar masyarakat bersedia untuk divaksin pada saatnya nanti. Karena secara kesehatan sudah dijamin dan halal secara agama. 

Ia berpesan, jika ada keraguan dapat ditanyakan kepada tim medis yang lebih menguasai bidang vaksin. 

"Jangan sampai bertanya kepada orang yang tidak paham dan pihak tidak bertanggung jawab yang bisa menciptakan berita hoaks," katanya.

Ia menjelaskan, vaksinasi ini bertujuan untuk mempercepat penanggulangan penularan virus Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved