Breaking News:

Berita Kalteng

Teror Buaya Mengancam, Aktivitas Kelotok Penyeberangan Samuda-Pulau Hanaut Kotim Tetap Ramai

Meski ada ancaman buaya Sungai Mentaya, aktivitas warga di sungai dari Pulau Hanaut menyeberang menggunakan kapal feri dan kelotok tetap ramai

banjarmasinpost.co.id/Fathurahman
Meski ada ancaman buaya sungai Mentaya yang berkeliaran, aktifitas kapal feri penyeberangan juga kelotok di Pulau Hanaut dan Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan tetap ramai, Selasa (16/2/2021). 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Bagi warga Samuda dan Pulau Hanaut keberadaan Buaya Sungai Mentaya yang menghuni pulau di tengah sungai di kawasan tersebut sudah diketahui sejak lama banyak menghuni sungai terbesar di Kotawaringin Timur tersebut.

Bahkan warga setempat sudah sering mendengar ada buaya yang memangsa manusia di kawasan tersebut, bahkan sebagian dari mereka melihat lansung buaya muncul di kawasan perairan tersebut dan menjadi teror bagi warga bantaran sungai.

Aktifitas buaya yang berjemur di pulau tersebut sudah ada sejak dulu, dan menjadi tontonan masyarakat yang lewat sungai menggunakan kapal atau kelotok yang lewat di pulau buaya tersebut.

Namun aktifitas masyarakat yang bolak-balik dari Pulau Hanaut menyeberang menggunakan kapal feri dan kelotok untuk menyeberang sungai berbuaya tersebut tampaknya menjadi hal biasa bagi warga setempat.

Baca juga: Buron Sejak 2019, Tersangka Curanmor di Kotabaru Ini Diringkus Dalam Pelariannya di Kota Banjarbaru

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Kabupaten Kapuas Segera Dimulai, Ini Harapan Wakil Bupati Kapuas

Baca juga: Diterkam Buaya Saat Cari Rumput, Nasir Ditemukan Tak Bernyawa dengan Luka Bekas Gigitan di Tubuhnya

Bagi warga Pulau Hanaut, Samuda, Ganepo, Teluk Sampit , Jaya Karet, Pelangsian dan sekitarnya, pemandangan buaya muncul di sungai sudah biasa. Makanya aktifitas penyeberangan dikawasan itu juga selalu ramai.

Kapal feri penyeberangan maupun kelotok, hingga, Selasa (16/2/2021) tetap melayani warga , bahkan setiap hari puluhan kali bolak-balik mengantarkan warga dari seberang sungai mentaya ke Dermaga Samuda.

"Jalan darat belum tembus, selama ini kami memang memakai kelotok atau kapal feri untuk menyeberang sepeda motor atau orang, jadi memang sudah terbiasa meskipun sungai sering muncul buaya," ijar Adi Permana warga Samuda.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved