Breaking News:

Wabah Virus Corona

BPOM Segera Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Buatan Inggris Astrazeneca

BPOM menyebutkan, pihaknya segera menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin AstraZeneca asal Inggris

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito memberikan keterangan pers di Kantor BPOM, Jakarta Timur, Kamis (19/11/2020). Vaksin covid-19 yang ditargetkan Desember tertunda dan bakal mundur pada Januari 2021. Di Indonesia sendiri, pengadaan vaksin covid-19 akan didatangkan dari CanSino Biologics Inc, Sinovac Biotech Ltd, dan Sinopharm (G42), tiga perusahaan China. Tiga vaksin Covid-19 tersebut direncanakan akan tiba pada akhir tahun ini. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization pada vaksin Sinovac yang diproduksi oleh Biofarma.

Vaksin tersebut diberi nama Vaksin Covid-19 dengan nomor EUA 2102 9075 43A1. Walaupun vaksin berasal dari sinovac sebelumnya, Penny menjelaskan vaksin baru ini tetap harus dilakukan pemberian ijin terpisah.

Setelah itu BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin AstraZeneca asal Inggris.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Penny K Lukito mengatakan, pihaknya segera menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin AstraZeneca asal Inggris.

Baca juga: Pasukan Hacker Korea Utara Serang Dunia, Curi Uang Triliunan Rupiah dan Retas Vaksin Pfizer

Baca juga: KUNCI JAWABAN Tema 7 Kelas 6 SD Halaman 53 54 58 59 Subtema 2 Pembelajaran 1 Pemimpin Idolaku

Baca juga: Dian Nitami Ungkap Nasib Bu Farah yang Tetiba Hilang di Sinetron Buku Harian Seorang Istri

Penerbitan izin itu seiring diterbitkannya emergency use listing (EUL) vaksin tersebut dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun, Penny mengatakan, pihaknya masih menunggu data dari WHO untuk menjadi bahan evaluasi.

"Jadi kami memberikan janji kinerja sekitar 5-10 hari itu akan bisa diterbitkan EUA, secepatnya kami menerima data-data 'dossier' dari WHO dalam hal ini, sehingga segera produk vaksin Astrazenca melalui distribusi multilateral bisa masuk ke Indonesia," kata Penny dalam konferensi pers, Selasa (17/2/2021).

Penny mengatakan, data dari WHO tersebut akan menjadi bahan bagi BPOM untuk melihat mutu, kualitas, dan khasiat dari vaksin AstraZeneca tersebut.

"Data-datanya harus tetap diserahkan kepada pemerintah masing-masing pada otoritas obatnya masing-masing. Kami sedang menuggu itu dalam waktu dekat tentunya," ujar dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan tujuh jenis vaksin yang akan digunakan dalam program vaksinasi.

Namun, saat ini, pihaknya masih memproduksi satu jenis vaksin Covid-19 yang bahan bakunya berasal dari Sinovac.

"Sementara untuk jenis vaksin lainnya seperti dari Moderna, Pfizer, Novavax, AstraZenca itu kita akan mengimpor vaksin jadi dulu," kata Honesti.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPOM Segera Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Astrazeneca ", Klik untuk baca:

Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved