Breaking News:

Berita Tabalong

VIDEO Bupati Tabalong Ingin Program Gempar Sampai ke Semua Desa Terpencil

Program Gempar Pengadilan Agama Tanjung berupa sidang isbat di desa terpencil Panaan Kabupaten Tabalong, diharapkan 4 desa terpencil lainnya terlayani

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pengadilan Agama Tanjung menginisiasi dibuatnya Program Gempar (Gerakan Melayani Masyarakat Pencari Keadilan dari Desa Terluar) di wilayah Kabupaten Tabalong.

Program ini menggandeng Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang penandatanganannya dilakukan di Aula Mal Pelayanan Publik Tabalong, Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Selasa (16/2/2021).

Kegiatan perdana Program Gempar Pengadilan Agama Tanjung ini berupa sidang isbat nikah yang dilaksanakan di wilayah terpencil, Desa Panaan, Kecamatan Bintang Ara.

Baca juga: Sambangi Desa Terpencil di Tabalong, Pengadilan Agama Tanjung Berikan Layanan Sidang Isbat Nikah

Baca juga: Kelola Posbakum Pengadilan Agama Tanjung, LBH Peduli Hukum dan Keadilan Siap Bantu Masyarakat

Selain itu juga, diisi dengan penyuluhan hukum tentang pernikahan, penyelesaian dokumen pernikahan, dokumen kependudukan serta sinkronisasi data penerima manfaat bansos.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani yang menyaksikan penandatanganan, menyatakan dukungannya dan berharap semua desa terpencil bisa merasakan layanan dari Program Gempar ini.

"Desa Panaan ini termasuk salah satu dari lima desa terpencil di Kabupaten Tabalong," katanya.

Diharapkannya, setelah di Desa Panaan, kegiatan serupa juga bisa dilakukan empat desa terpencil lainnya, yakni Desa Dambung Raya, Desa Hegar Manah, Desa Kumap dan Desa Salikung.

Baca juga: VIDEO Layanan Pembuatan Paspor untuk Calon Jemaah Haji di Kemenag Kabupaten Tabalong

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Berlangsung di Tabalong, Kadinkes  Ingatkan Jarak Waktu Penyuntikan

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memuji inovasi yang terus dilakukan Pengadilan Agama Tanjung untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Misalnya, melalui pelayanan terpadu satu pintunya mereka juga terus menerus melakukan inovasi dalam hal digitalisasi.

"Ini menjadi sangat penting untuk menghindari kontak badan, banyak sekali inovasi sudah dilakukan dan jujur saja kita harus banyak belajar dari teman-teman ini," terangnya.

Konsep pelayanan prima untuk masyarakat tersebut, imbuh Anang, harus terus menerus dilakukan
untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

(Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved